Adopsi AI di Sektor Publik Dihantui Bahaya Infrastruktur Jadul
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Adopsi kecerdasan buatan (AI) di sektor publik, seperti pemerintahan dan pendidikan, semakin masif untuk kebutuhan operasional seperti penentuan kelayakan bantuan dan deteksi penipuan. Namun, laporan Nutanix Enterprise Cloud Index mengungkapkan bahwa mayoritas organisasi masih terhambat oleh infrastruktur tua dan tata kelola yang belum siap, sehingga memicu fenomena shadow AI—penggunaan sistem AI tanpa persetujuan atau pengawasan resmi dari departemen IT.
Masalah utama adalah fondasi infrastruktur yang tidak merata, di mana instansi harus mengelola sistem legacy usang, memelihara private cloud, dan bermigrasi ke cloud modern secara bersamaan tanpa sistem kontrol terpadu. Hal ini membuat adopsi AI sulit dipantau dan meningkatkan risiko keamanan data sensitif masyarakat.
CTO Nutanix, Daryush Ashjari, menekankan bahwa organisasi harus berfokus memperkuat fondasi infrastruktur dengan arsitektur aman berbasis kontainer, bukan sekadar mengejar tren AI. Survei global yang melibatkan 1.600 eksekutif dari 14 negara menegaskan bahwa modernisasi infrastruktur hybrid kini menjadi syarat mutlak untuk adopsi AI yang efektif.
Bagikan
Berita terkait
Studi: 73 Persen Infrastruktur TI Sektor Publik Belum Siap Adopsi AI
Liputan6.com · 25 Juli 2026 pukul 15.09
Wall Street Restui 'Gagasan Besar' Jensen Huang, USD 500 Miliar Siap Mengalir ke Infrastruktur AI
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 02.52
Waspada! Mungkin Ada Siluman AI di Perusahaan Anda
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 21.04
BATIC 2026: Membuka Jalan Menuju Masa Depan AI, Konektivitas, dan Infrastruktur Digital
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 11.50