Studi: 73 Persen Infrastruktur TI Sektor Publik Belum Siap Adopsi AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4605074/original/096181500_1696913360-mohamed-nohassi-tdu54W07_gw-unsplash.jpg)
Penggunaan AI di sektor publik Indonesia semakin masif untuk meningkatkan layanan dan deteksi kecurangan. Namun, adopsi terkendala kesiapan infrastruktur, kapabilitas tenaga kerja, dan tata kelola digital. Laporan Nutanix ECI edisi ke-8 mengungkap 73% infrastruktur TI sektor publik belum siap menjalankan beban kerja AI kompleks di lingkungan on-premises. Selain itu, 91% pemimpin TI menilai shadow AI (penggunaan AI tidak terverifikasi) berisiko tinggi mengancam keamanan data dan misi instansi. Untuk mengatasi hal ini, banyak lembaga beralih ke kontainerisasi aplikasi guna meningkatkan kecepatan, skalabilitas, dan keamanan. Sebanyak 87% pemimpin teknologi memperkirakan ketergantungan pada kontainerisasi akan meningkat dalam tiga tahun ke depan. Para pemimpin TI didorong memodernisasi infrastruktur hibrida dan menerapkan arsitektur berbasis kontainer yang aman agar AI dapat dimanfaatkan tanpa mengorbankan kedaulatan data dan kepatuhan regulasi.
Bagikan
Berita terkait
Adopsi AI di Sektor Publik Dihantui Bahaya Infrastruktur Jadul
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 13.10
AI Makin Populer di Perusahaan tapi Shadow AI jadi Ancaman
JawaPos · 29 September 2026 pukul 19.00
AI Makin Populer di Perusahaan tapi Shadow AI jadi Ancaman
JawaPos · 29 September 2026 pukul 12.15
Waspada! Mungkin Ada Siluman AI di Perusahaan Anda
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 21.04