Ahli Genetik: Separuh Umur Manusia Sudah Ditentukan Sejak di Kandungan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Studi Institut Sains Weizmann Israel menemukan bahwa sekitar 50% dari kemungkinan seseorang memiliki usia panjang dipengaruhi oleh faktor genetik. Penelitian ini menggunakan data kembar dari Swedia dan Denmark, termasuk data dari abad ke-19, untuk menghitung pengaruh gen terhadap umur panjang. Faktor genetik berdampak dalam dua arah: gen yang melemahkan dapat menyebabkan penyakit dan memendekkan umur, sementara gen yang bermanfaat dapat melindungi dari penyakit seiring usia bertambah.
Studi ini juga mengungkapkan pentingnya mortalitas ekstrinsik, yaitu faktor eksternal seperti kecelakaan, kekerasan, dan penyakit menular, yang sebelumnya tidak diperhitungkan dalam penelitian kembar. Para peneliti menggunakan rumus matematika untuk menghitung mortalitas ekstrinsik dari data kembar yang meninggal pada usia berbeda, seperti satu kembar yang meninggal alami pada usia 90 tahun dan yang lainnya karena penyakit menular pada usia 30 tahun.
Penelitian menunjukkan bahwa mortalitas ekstrinsik pada masa lalu, sebelum era antibiotik, 10 kali lebih tinggi dibandingkan saat ini. Dengan memperhitungkan faktor ini, para peneliti berhasil memvalidasi prediksi kematian ekstrinsik yang menutupi sebagian heritabilitas umur panjang. Rata-rata umur harapan hidup dipengaruhi oleh kombinasi genetika, gaya hidup, dan faktor kebetulan, termasuk lingkungan tempat seseorang tumbuh.
Bagikan
Berita terkait
Peneliti Israel Ungkap 50% Umur Manusia Sudah Ditentukan di Kandungan
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 14.45
Misteri Sedikit Ular Bisa Menguasai Seluruh Pulau Guam
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 11.15
Ilmuwan Bongkar Rahasia Umur Panjang Kakak Beradik Usia 316 Tahun
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 07.05
Kenapa Beberapa Orang Punya Rambut Keriting?
CNN Indonesia · 20 Juli 2026 pukul 14.46