Ahli Jerman Ungkap Fakta Baru soal Danau Toba, Banyak Orang Salah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Peneliti dari Johannes Gutenberg University Mainz, Jerman, menemukan bahwa dampak letusan supervulkanik Gunung Toba 74.000 tahun lalu jauh lebih kecil dari yang diperkirakan. Letusan tersebut, yang menyebabkan terbentuknya Danau Toba, tidak menyebabkan pendingian global yang mengancam kelangsungan hidup manusia. Para ilmuwan mencari jejak bencana melalui endapan lumpur di dasar Danau Chala, sebuah danau kawah di perbatasan Kenya-Tanzania. Mereka menemukan bahwa dampak letusan hanya berlangsung sekitar 18 bulan, bukan berabad-abad sebagai yang sebelumnya diperkirakan. Penurunan suhu regional hanya sekitar 0,5 derajat Celsius, masih dalam kisaran variasi iklim alami. Letusan kemungkinan terjadi pada Januari-Februari, bukan pada musim sebelumnya diperkirakan oleh pemodelan iklim.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 05.45
Jejak Kaki Dinosaurus 150 Juta Tahun Ungkap Dugaan Berjalan Pincang
Berita terkait
Meteorit Mars Ungkap Kandungan Permata Merah
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 22.02
Air di Danau Toba Tiap Tahun Hilang Misterius, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 09.15
Dikira Mati, Venus Ternyata Sedang Merobek Dirinya dari Dalam
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 07.45
Bupati Pacitan Pimpin Upacara HUT RI dari Kedalaman 110 Meter di Dalam Goa
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.07