Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ahli Jerman Ungkap Fakta Baru soal Danau Toba, Banyak Orang Salah

Peneliti dari Johannes Gutenberg University Mainz, Jerman, menemukan bahwa dampak letusan supervulkanik Gunung Toba 74.000 tahun lalu jauh lebih kecil dari yang diperkirakan. Letusan tersebut, yang menyebabkan terbentuknya Danau Toba, tidak menyebabkan pendingian global yang mengancam kelangsungan hidup manusia. Para ilmuwan mencari jejak bencana melalui endapan lumpur di dasar Danau Chala, sebuah danau kawah di perbatasan Kenya-Tanzania. Mereka menemukan bahwa dampak letusan hanya berlangsung sekitar 18 bulan, bukan berabad-abad sebagai yang sebelumnya diperkirakan. Penurunan suhu regional hanya sekitar 0,5 derajat Celsius, masih dalam kisaran variasi iklim alami. Letusan kemungkinan terjadi pada Januari-Februari, bukan pada musim sebelumnya diperkirakan oleh pemodelan iklim.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait