Ilmuwan Teliti Gempa Petir, Hasilnya Bongkar Fakta Baru-Bisa Tsunami?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para ilmuwan dari Penn State University mempelajari fenomena "thunderquakes" atau gempa petir, yaitu getaran kecil pada tanah yang disebabkan oleh gelombang tekanan dari guntur kuat. Dengan menggunakan kabel serat optik yang sudah ada, tim menganalisis sinyal seismik selama dua setengah tahun dan mendeteksi lebih dari 450 "thunderquakes". Hasilnya, para peneliti dapat memetakan kondisi geologi hingga kedalaman sekitar 100 meter, termasuk mendeteksi zona lemah pada lapisan batu kapur yang berpotensi menjadi lokasi terbentuknya sinkhole. Fenomena ini bekerja ketika energi akustik dari guntur merambat melalui udara dan sebagiannya masuk ke tanah, menghasilkan gerakan yang sangat kecil namun terdeteksi oleh kabel serat optik. Teknologi ini memanfaatkan jaringan kabel serat optik yang sudah tersedia, termasuk "dark fiber" yang tidak digunakan untuk komunikasi, sehingga tidak perlu membangun infrastruktur baru. Metode ini dinilai lebih murah dan efisien dibandingkan survei seismik konvensional, terutama di kawasan perkotaan. Penelitian ini juga membuka kemungkinan untuk survei seismik di planet lain seperti Titan, bulan Saturnus yang memiliki badai raksaksa. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Science Advances pada 21 Agustus 2026.
Bagikan
Berita terkait
Ilmuwan Temukan “Gunung Tersembunyi” Raksasa 2.000 Km di Bawah Permukaan Bumi
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 22.40
Jejak Kaki Dinosaurus 150 Juta Tahun Ungkap Dugaan Berjalan Pincang
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 05.45
Ahli Jerman Ungkap Fakta Baru soal Danau Toba, Banyak Orang Salah
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 14.30
Meteorit Mars Ungkap Kandungan Permata Merah
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 22.02