Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Aksara Jawi Menuju Domain Internet, dari Warisan Sejarah Aceh ke Ranah Digital

Aksara Jawi (Arab Melayu) yang selama ini digunakan dalam manuskrip keagamaan dan dokumen sejarah khususnya di Aceh, kini berpotensi masuk ke dalam ekosistem internet global. Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bersama Pemerintah Aceh sedang menjajaki penerapan Aksara Jawi sebagai Internationalized Domain Name (IDN) pada tingkat Top-Level Domain (TLD). Dalam pertemuan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, PANDI membahas kemungkinan merepresentasikan nama domain seperti Indonesia, Indo, atau Nusantara dalam ejaan Aksara Jawi. Isnawan, Ketua PANDI, menekankan bahwa digitalisasi aksara lokal penting untuk menjaga keberagaman budaya di dunia maya agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu tetapi tetap relevan di era digital.

Pemerintah Aceh menyambut inisiatif ini dengan komitmen untuk menyiapkan payung hukum dan koordinasi antar-instansi agar implementasi dapat dimulai tahun depan. Penggunaan domain beraksara non-Latin sudah terbukti berhasil di negara tetangga seperti Malaysia yang telah meluncurkan domain ccTLD .مليسيا. Dari sisi ekonomi, kehadiran Aksara Jawi di internet diharapkan menciptakan peluang baru bagi industri kreatif, termasuk penulisan, penerbitan, dan pemasaran karya berbasis bahasa daerah yang memiliki pasar potensial jutaan penutur.

Meskipun prospeknya cerah, PANDI menyadari ada tantangan teknis dan kebahasaan yang perlu diatasi, seperti standarisasi karakter Unicode, risiko kemiripan karakter, dan kesiapan Universal Acceptance agar domain beraksara Jawi dapat diakui oleh browser dan layanan global. Kolaborasi antara PANDI, Pemerintah Aceh, akademisi, dan komunitas diharapkan dapat mengembangkan Aksara Jawi dari artefak budaya menjadi identitas digital yang kompetitif di kancah internasional.

Berita terkait