Alih-Alih Pangkas Jam Kerja, AI Malah Bikin Karyawan Lembur 90 Jam Seminggu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4665617/original/086927100_1701140014-Ilustrasi_karyawan__bekerja__suasana_kantor.jpg)
Alih-alih mengurangi jam kerja, AI justru menimbulkan beban kerja berlebih pada pekerja teknologi. Banyak perusahaan seperti OpenAI, Anthropic, dan Meta memaksa karyawan bekerja lebih dari 90 jam seminggu dalam suasana 'crunch time' menjelang peluncuran produk AI. Studi UC Berkeley menemukan penggunaan AI membuat pekerja bekerja lebih cepat namun menangani tugas yang lebih luas dan memperpanjang jam kerja. Pakar seperti Neil Thompson menjelaskan hemor waktu AI justru terserap oleh beban kerja baru, termasuk pemeriksaan hasil AI secara terus-menerja. Mantan karyawan Google, Amin Shali, mengundurkan diri karena dampak kesehatan, menggugurkan harapan bahwa AI akan mempercepat kerja dan mengurangi stres.
Bagikan
Berita terkait
3 Berita Artis Terheboh: Rano Bicara soal Penggunaan AI, Vino Berkorban demi Film
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 04.56
Tanaman Bercahaya Dikembangkan dengan AI, Ditargetkan Jadi Penerangan Taman
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 23.30
Alarm Bahaya! Bank-Bank Siaga Hadapi Petaka Besar
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.45
Jelang IPO, Pendapatan Anthropic Diproyeksi Capai Rp3.565 Triliun
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 16.54