Alih-Alih Pangkas Jam Kerja, AI Malah Bikin Karyawan Lembur 90 Jam Seminggu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4665617/original/086927100_1701140014-Ilustrasi_karyawan__bekerja__suasana_kantor.jpg)
Alih-alih mengurangi jam kerja, AI justru menimbulkan beban kerja berlebih pada pekerja teknologi. Banyak perusahaan seperti OpenAI, Anthropic, dan Meta memaksa karyawan bekerja lebih dari 90 jam seminggu dalam suasana 'crunch time' menjelang peluncuran produk AI. Studi UC Berkeley menemukan penggunaan AI membuat pekerja bekerja lebih cepat namun menangani tugas yang lebih luas dan memperpanjang jam kerja. Pakar seperti Neil Thompson menjelaskan hemor waktu AI justru terserap oleh beban kerja baru, termasuk pemeriksaan hasil AI secara terus-menerja. Mantan karyawan Google, Amin Shali, mengundurkan diri karena dampak kesehatan, menggugurkan harapan bahwa AI akan mempercepat kerja dan mengurangi stres.
Bagikan
Berita terkait
Midea AC Celest Inverter Tawarkan Kenyamanan dan Efisiensi Energi
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 21.40
Investasi AI Terus Diguyur, Data Center Harus Cetak Pendapatan Rp94.000 Triliun Supaya Gak Tekor
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 20.40
Belum Ada Amdal dan IMB, KDM Stop Proyek Data Center AI di Jatiluhur
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 18.50
Bukan Cuma Jualan Online, UMKM Cirebon Mulai Didorong Memaksimalkan AI Untuk Jalankan Bisnis
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 18.45