Investasi AI Terus Diguyur, Data Center Harus Cetak Pendapatan Rp94.000 Triliun Supaya Gak Tekor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bain & Company memproyeksikan industri AI harus menghasilkan pendapatan US$6 triliun (Rp94.000 triliun) per tahun pada 2031 untuk menopang investasi infrastruktur AI mencapai US$1,5 triliun per tahun. Namun, pendapatan AI saat ini hanya mencapai US$1,8 triliun, menyisakan kesenjangan US$4,2 triliun yang harus ditutup melalui inovasi baru. David Crawford Bain menyatakan infrastruktur AI dibangun lebih cepat daripada pertumbuhan permintaan, sehingga butuh gelombang inovasi yang lebih besar dari telepon seluler dan komputasi awan. Microsoft, Google, Amazon, Meta, dan Oracle diproyeksikan menggelontorkan US$780 miliar untuk pembangunan data center pada 2026. Investasi AI memerlukan tambahan pertumbuhan 1% PDB global setiap tahun, sementara perangkat keras data center harus diperbarui secara berkala, menambah beban biaya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 14.16
TelkomGroup bersama Danantara Perkuat Infrastruktur Data Center Nasional untuk Sovereign AI Indonesia
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 12.20
Bom Waktu Data Center Siap Meledak, Rp 94.000 Triliun Langsung Menguap
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 21.26
KDM hentikan pembangunan data center AI Jatiluhur akibat tanpa Amdal
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 20.33
Bos Danantara Temui Menkeu Suahasil, Ini yang Dibahas
Berita terkait
Indonesia Membangun Data Center AI, Bukan Industri AI
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 08.08
AI-Data Center Meledak, Bos Kawasan Industri Tunjuk Ancaman Masalah
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 11.50
Airlangga Ungkap Potensi Investasi Data Center Indonesia Capai 1,17 GW
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 15.20
Bisnis Data Center RI Meledak, 4 Emiten Ini Paling Siap Menangkap Cuan
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 17.05