Ancaman Downtime Mengerikan, Industri Mulai Lirik Hybrid Cloud Demi Amankan Bisnis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5096640/original/067957600_1737015228-Downtime.jpg)
Ketergantungan industri pada sistem digital meningkatkan risiko downtime yang dapat melumpuhkan operasional dan merugikan finansial. Laporan The True Cost of Downtime 2024 menyebut pabrik manufaktur besar berpotensi rugi hingga USD 253 juta per tahun akibat unplanned downtime. Untuk menghindari single point of failure, banyak perusahaan beralih ke hybrid cloud. Temuan Flexera 2026 mencatat 73% organisasi global telah mengadopsinya. Menjawab kebutuhan ini, Biznet Gio dan Rainer Server meluncurkan GIO Hybrid Cloud Infrastructure, menggabungkan fleksibilitas cloud dengan keandalan on-premise. Layanan ini menjamin SLA uptime 99,9% dan bersertifikasi ISO 27001, PCI DSS, serta AICPA SOC. Managing Director IMV, Sugiyanto Sutikno, menekankan fleksibilitas dan kontinuitas infrastruktur sebagai kunci bertahan di era digital.
Bagikan
Berita terkait
Di Tengah Karnaval HUT ke-81 RI, Menkomdigi Ingatkan Masyarakat Peduli Korban Gempa NTT
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 23.22
Pabrik Terafab Milik Elon Musk Akan Jadi Gedung Terbesar Dunia
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 20.10
SATU UI Resmi Diluncurkan, Sistem Akademik Baru Mampu Layani 40.000 Akses Bersamaan
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 12.14
Datalabs Luncurkan Gemini Enterprise Xperience Center, Dorong Adopsi AI di Dunia Bisnis
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 10.15