Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Apa Itu Ethical AI? Cara AI Hidupkan Borobudur Tanpa Ngawur

Purwacarita Borobudur di Galeri Indonesia Kaya (GIK) mengusung konsep Ethical AI untuk mengadaptasi sejarah Candi Borobudur secara imersif. CEO Curaweda Azhar Muhammad Fuad menjelaskan Ethical AI bukan teknologi tertentu, melainkan kerangka kerja yang memastikan output AI dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Proses produksi dibagi ke praproduksi (validasi sumber primer seperti Prasasti Karangtengah 824 M dan Tri Tepusan 842 M), produksi (dokumentasi penanggung jawab tiap elemen), serta pascaproduksi (penentuan lokasi dan pemeliharaan). Tim membatasi improvisasi AI dengan hanya mengandalkan sumber primer, tidak sekunder, sekaligus melibatkan ahli dari Departemen Sejarah FIB UGM, Museum, dan Cagar Budaya. AI dinilai harus mengikuti aturan berdasarkan sumber yang sudah divalidasi, bukan menghasilkan narasi sendiri. Tantangan lain termasuk batasan mesin AI komersial yang dapat menafsirkan representasi sejarah lampau sebagai konten porno, seperti figur tanpa penutup dada. Curaweda mengembangkan teknologi sendiri namun lebih menekankan pada metodologi Ethical AI sebagai kunci keberlanjutan proyek.

Berita terkait