Aplikasi Pemantau Menstruasi Ternyata Belum Terbukti Secara Ilmiah, Ini Bahayanya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3643084/original/090248600_1637749822-3._Nona_Woman_-_Mencatat_gejala__mood__pola_tidur.jpeg)
Aplikasi pemantau menstruasi telah digunakan oleh 50 juta orang di seluruh dunia untuk mencatat siklus haid dan mengelola gejala. Namun, studi di jurnal The BMJ mengungkapkan bahwa klaim 'cycle syncing' (penyesuaian gaya hidup berdasarkan fase siklus) tidak memiliki dasar ilmiah. Penelitian menunjukkan tidak ada bukti yang menyatakan fase menstruasi memengaruhi kesehatan atau performa tubuh secara umum. Aplikasi tidak dapat mendiagnosis gangguan menstruasi, sehingga pengguna perlu berkonsultasi dengan tenaga medis. Risiko privasi menjadi masalah signifikan, sebagian besar aplikasi berbagi data dengan pihak ketiga tanpa transparansi, berisiko bocor, dan berpotensi menjejaskan pengguna di wilayah dengan hukum ketat hak reproduksi. Ahli menyarankan penggunaan metode konvensional seperti pencatatan manual untuk menghindari risiko ini. Meskipun banyak menggunakan narasi pemberdayaan perempuan, aplikasi ini tidak menyelesaikan ketimpangan gender dalam layanan kesehatan dan justru dapat mengalihkan fokus dari akses ke layanan medis yang layak.
Bagikan
Berita terkait
Dugaan Penggunaan AI Guncang Kontes Fotografi Ilmiah Bergengsi
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 22.33
Harga PS5 Terbaru di Indonesia Oktober 2026, Masih Segini
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 22.01
Kemkomdigi Investigasi Dugaan Kebocoran dan Jual Beli Data Pribadi
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 22.00
Midea AC Celest Inverter Tawarkan Kenyamanan dan Efisiensi Energi
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 21.40