Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Arab Saudi Caplok Raksasa Game Kebanggaan AS Seharga Rp 972 Triliun

Electronic Arts (EA), salah satu raksasa industri video game dunia, resmi diakuisisi oleh Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi bersama konsorsium investor termasuk Affinity Partners yang dipimpin Jared Kushner dan Silver Lake Partners. Transaksi senilai US$55 miliar (sekitar Rp972 triliun) diselesaikan pada 4 Agustus 2026, setelah Uni Eropa memberikan persetujuan regulasi terakhir. Akuisisi ini menjadikan EA sebagai perusahaan swasta setelah 36 tahun bersentuhan dengan pasar saham, sekaligus menjadi salah satu pengambilalihan terbesar dalam sejarah industri game. EA dikenal dengan seri game olahraga populer seperti EA Sports FC (sebelumnya FIFA), yang telah membangun komunitas global dengan pengaruh masuk hiburan digital.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kerajaan Arab Saudi agresif berinvestasi di sektor video game dan esports sebagai bagian dari visi diversifikasi ekonomi di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. EA sendiri telah menguasai basis penggemi yang kuat, namun pertumbuhan pendapatannya stagnan di kisaran US$7,4–7,6 miliar per tahun. Persaingan industri semakin ketat, terutama dari pengembang game seluler dan raksasa seperti Epic Games. Sebelumnya, Activision Blizzard juga berhasil dicapai oleh Microsoft dengan nilai US$69 miliar pada 2023.

Setelah menjadi perusahaan swasta, EA tidak lagi wajib melaporkan kinerja keuangan secara kuartalan ke publik. Beberapa analis menilai langkah ini memberi fleksibilitas lebih bagi manajemen untuk fokus jangka panjang dan mengurangi tekanan pasar. Namun, proses privatisasi seringkali diiringi pemangkasan biaya dan PHK. Sehari-hari, EA telah memangkas sekitar 5% tenaganya pada 2024, dengan jumlah karyawan mencapai 14.500 orang pada Maret 2025, sebelum memotong beberapa ratus posisi lagi pada Mei 2026. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai restrukturisasi massal di masa depan.

Berita terkait