Electronic Arts Resmi Diakusisi Arab Saudi Senilai Rp 985 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Electronic Arts (EA) resmi diakuisisi oleh Arab Saudi senilai USD 55 miliar atau sekitar Rp 985 triliun. Akuisisi yang dipimpin oleh Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) bersama konsorsium investor lainnya ini berhasil rampung setelah para pemegang saham menyetujuhinya. Sebagai akibatnya, EA tidak lagi terdaftar di bursa Nasdaq dan beralih status dari perusahaan publik menjadi perusahaan tertutup (private company). PIF sebelumnya sudah menjadi investor minoritas EA sejak 2021 dengan pembelian saham senilai lebih dari USD 3 miliar, lalu meningkatkan kepemilikannya hingga 55% pada 2023.
Sebagai bagian dari transisi ini, CEO EA Andrew Wilson melakukan perubahan pada posisi tinggi. Cam Weber terpilih sebagai kepala divisi studio, menggantikan Laura Miele, sementara David Tinson ditunjuk sebagai Chief Operating Officer (COO). Keduanya juga diangkat sebagai presiden perusahaan. Wilson menyampaikan optimisme terhadap fase baru ini, menekankan pentingnya kreativitas dan eksekusi kuat untuk memanfaatkan peluang yang ada di depan.
Turqi Alnowaiser, wakil gubernur PIF dan kepala investasi internasional, menyatakan bahwa hiburan dan olahraga merupakan area fokus strategis utama bagi PIF. Ia yakin konsorsium ini memiliki posisi unik untuk menjadi mitra jangka panjang bagi manajemen EA dalam mendukung pertumbuhan dan inovasi berkelanjutan, baik untuk EA maupun industri game secara keseluruhan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 08.31
Pemilik FIFA Dikuasai Arab Saudi, Dibeli Nyaris Rp 1.000 Triliun
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 08.34
Arab Saudi Resmi Akuisisi Raksasa Game EA Rp983 Triliun
Berita terkait
Arab Saudi Caplok Raksasa Game Kebanggaan AS Seharga Rp 972 Triliun
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 20.50
Melonjak 80 Persen, Ekspor Minyak Arab Saudi Capai Level Tertinggi Sejak Perang
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 17.40
Ekspor Minyak Arab Saudi Tembus 6 Juta Barel/Hari Meski Diserang Houthi
Detik.com · 26 September 2026 pukul 15.38
Arab Saudi Punya Kesempatan Kembangkan Senjata Nuklir, Intelijen AS Ketar-ketir
SINDOnews · 26 September 2026 pukul 15.15