AS Akui Punya Senjata di Luar Angkasa, Teknologinya Masih Dirahasiakan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

AS untuk pertama kalinya mengakui menempatkan senjata di orbit Bumi. Menteri Angkatan Udara Troy Meink mengungkapkan ini di konferensi Air, Space and Cyber Conference 2024. Namun, jenis senjata, kemampuan, dan kapan dikirim tidak diungkapkan. Senjata diperlukan untuk melindungi pasukan AS dari ancaman musuh. Pengumuman menarik karena biasanya negara besar seperti AS, Rusia, dan China dirahasiakan sistem di orbit. Pakar Bleddyn Bowen menyebut kemungkinan senjata elektronik, pengacak sinyal radio, atau kinetic kill vehicle. Satellite bukan sekadar penelitian, tapi komunikasi, navigasi, pengawasan, dan kebutuhan militer. Karena itu, mengganggu atau menghancurkan satellite memberi dampak besar. AS menyebut langkah terkait perkembangan Rusia dan China. US Space Force dibentuk 2019 untuk melindungi aset di luar angkasa. Outer Space Treaty 1967 melarang senjata pemusnah massal, tapi tidak melarang senjata konvensional. China menyerukan AS berhenti memperluas kemampuan militernya dan mempersiapkan perang di luar angkasa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 17 September 2026 pukul 10.38
Militer AS Akui Kerahkan Senjata Pengendali Luar Angkasa ke Orbit Bumi
Berita terkait
Pertama Kali, AS Akui Tempatkan Senjata di Luar Angkasa
Detik.com · 15 September 2026 pukul 11.08
Kongres AS Restui "Bom Raksasa" ke Rusia
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 22.20
AS Tegaskan Dukungan untuk Pemerintah Yaman di Tengah Eskalasi Houthi
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 16.28
Gagal Kelabui Iran Pakai Kapal Sipil, Militer AS Kena Tembak
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 15.01