Pertama Kali, AS Akui Tempatkan Senjata di Luar Angkasa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat mengakui untuk pertama kalinya bahwa memiliki senjata kendali ruang angkasa di orbit yang mampu mempertahankan Pasukan Gabungan dari ancaman musuh. Senjata ini menggunakan cara kinetik dan non-kinetik untuk mempengaruhi kemampuan musuh, dapat digunakan defensif maupun ofensif. AS menyebut China dan Rusia sebagai dua rival yang menimbulkan ancaman potensial di ruang angkasa. Militerisasi ruang angkasa dimulai sejak 1957 setelah Sputnik, dengan fokus awal pada senjata nuklir yang larangan perjanjian 1967. Namun, Rusia, AS, China, dan India telah mengembangkan cara berperang di luar angkasa, termasuk menargetkan satelit lawan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 12.04
Pertama Kali Dikonfirmasi, AS Sudah Kerahkan Senjata ke Luar Angkasa
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 09.30
China Respons Seruan Perlambat AI, Sebut Cuma Gertak Sambal
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 09.07
China Sangkal Pasok Citra Satelit ke Iran untuk Bombardir Pangkalan AS di Yordania
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 12.55
China Blak-Blakan Ungkap Taktik Perang Dingin Amerika
Berita terkait
AS Bicara Kemungkinan Perang Nuklir, Sebut Rusia dan China Lawan Setara
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 13.43
AS Susun Strategi Senjata Nuklir Baru untuk Potensi Perang Melawan Rusia dan China
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 06.56
China Bantah Bantu Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Yordania
Detik.com · 14 September 2026 pukul 17.04
Rusia Kerahkan 1.796 Hulu Ledak Nuklir, Level Tertinggi dalam 9 Tahun
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 11.33