Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Asia Pasifik Incar Kepemimpinan AI, Kedaulatan Data Jadi Senjata Utama

Kawasan Asia Pasifik berada di titik penting untuk memimpin pengembangan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan di kawasan ini mulai beralih dari penggunaan AI untuk tugas dasar seperti membuat dokumen menuju penerapan yang lebih luas dalam operasi bisnis. Namun, perluasan ini membutuhkan transformasi operasional dan infrastruktur yang mendukung AI berskala besar. Menurut studi IBM, 79 persen eksekutif global memperkirakan AI akan berkontribusi besar terhadap pendapatan perusahaan pada 2030, dan 80 persen meningkatkan investasi pada AI agentik. Belanja untuk agen AI diperkirakan hampir tiga kali lipat pada 2027. Namun, ekspansi ini menghadirkan tantangan baru terkait kendali, data, dan tanggung jawab. Sebanyak 68 persen eksekutif menyebut lokasi penyimpanan dan kedaulatan data sebagai tantangan utama, terutama di Asia Pasifik yang memiliki beragam yurisdiksi hukum. Penerapan AI mulai merambah sektor berisiko tinggi. Changi General Hospital di Singapura menggunakan AI dan mixed reality untuk melatih tenaga kesehatan menangani insiden korban massal anak. Sementara itu, institusi pertahanan Singapura mengeksplorasi komputasi kuantum untuk perencanaan misi. Keberhasilan Asia Pasifik pada 2030 akan bergantung pada kemampuan membangun fondasi AI yang kuat, mencakup data siap pakai, AI tepercaya, dan infrastruktur hybrid yang memberikan kemandirian operasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait