Asia Pasifik Incar Kepemimpinan AI, Kedaulatan Data Jadi Senjata Utama
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kawasan Asia Pasifik berada di titik penting untuk memimpin pengembangan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan di kawasan ini mulai beralih dari penggunaan AI untuk tugas dasar seperti membuat dokumen menuju penerapan yang lebih luas dalam operasi bisnis. Namun, perluasan ini membutuhkan transformasi operasional dan infrastruktur yang mendukung AI berskala besar. Menurut studi IBM, 79 persen eksekutif global memperkirakan AI akan berkontribusi besar terhadap pendapatan perusahaan pada 2030, dan 80 persen meningkatkan investasi pada AI agentik. Belanja untuk agen AI diperkirakan hampir tiga kali lipat pada 2027. Namun, ekspansi ini menghadirkan tantangan baru terkait kendali, data, dan tanggung jawab. Sebanyak 68 persen eksekutif menyebut lokasi penyimpanan dan kedaulatan data sebagai tantangan utama, terutama di Asia Pasifik yang memiliki beragam yurisdiksi hukum. Penerapan AI mulai merambah sektor berisiko tinggi. Changi General Hospital di Singapura menggunakan AI dan mixed reality untuk melatih tenaga kesehatan menangani insiden korban massal anak. Sementara itu, institusi pertahanan Singapura mengeksplorasi komputasi kuantum untuk perencanaan misi. Keberhasilan Asia Pasifik pada 2030 akan bergantung pada kemampuan membangun fondasi AI yang kuat, mencakup data siap pakai, AI tepercaya, dan infrastruktur hybrid yang memberikan kemandirian operasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 25 Juli 2026 pukul 10.07
Di Balik Kemudahan Belanja Pakai AI, Asia Pasifik Jadi Target Utama Hacker
Berita terkait
BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik
CNBC Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 20.21
Raih Penghargaan dari BPS, Kepala BSSN: Kedaulatan Data Bisa Terwujud Jika Ditopang Keamanan Siber
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 21.09
Video: Dukung Ekonomi Digital,Jaringan 5G XLSMART Masuk Hingga Pelosok
CNBC Indonesia · 27 September 2026 pukul 13.00
Kebanyakan Warga Australia Ragu Pada AI, Bagaimana Dengan Asia?
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 21.00