Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Di Balik Kemudahan Belanja Pakai AI, Asia Pasifik Jadi Target Utama Hacker

Adopsi kecerdasan buatan (AI) di sektor perdagangan digital Asia Pasifik (APAC) menjadi magnet baru bagi hacker. Laporan Akamai mencatat lonjakan aktivitas bot berbahaya sebesar 63% pada 2025, tertinggi di dunia. Sektor e-commerce menyumbang 38% dari total lalu lintas bot AI lintas industri di APAC pada Juli-Desember 2025. Integrasi AI dan chatbot oleh ritel, perjalanan, dan perhotelan mengaburkan batas antara lalu lintas sah dan ancaman seperti credential stuffing, scraping, dan penyalahgunaan API.

Sektor perjalanan dan perhotelan sangat rentan karena ekosistem platform terfragmentasi, ketergantungan aplikasi ponsel, program loyalitas, dan lonjakan pemesanan musim liburan. Sektor perjalanan mencatat 22% dari total serangan web terhadap perdagangan digital di APAC, dengan 25% menyasar API. Serangan DDoS Layer 7 meningkat 39% sepanjang 2025, dari 260 miliar menjadi 361 miliar kejadian. Ritel menanggung 51% serangan DDoS Layer 7 berbasis API, disusul perhotelan (28%) dan perjalanan (21%).

Akamai menekankan ketahanan siber sebagai strategi utama bisnis. Perusahaan perlu memetakan rantai pendapatan yang terhubung dengan API, mengelola otomatisasi berdasarkan risiko, dan memperkuat infrastruktur untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas saat musim belanja dan liburan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait