Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Astronaut Melihat Matahari Terbit 16 Kali Sehari, Kok Bisa?

Di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), astronot menyaksikan sekitar 16 kali matahari terbit dan terbenam dalam waktu 24 jam. Hal ini terjadi karena ISS mengorbit Bumi setiap sekitar 92 menit dengan kecepatan hampir 28.000 kilometer per jam. ISS berada pada orbit rendah dengan ketinggian sekitar 400 kilometer dan kecepatan sekitar 7,66 kilometer per detik, sehingga mampu mengelilingi Bumi sekitar 15,5 hingga 16 kali setiap hari. Setiap kali ISS berpindah dari sisi gelap ke sisi terang Bumi, astronot melihat matahari terbit, dan sebaliknya saat memasuki bayangan.

Untuk menghindari gangguan tidur dan konsentrasi, astronot tidak mengikuti siklus matahari ini. Mereka menjalani jadwal kerja berdasarkan Waktu Universal Terkoordinasi (UTC) dan menggunakan sistem pencahayaan LED khusus di dalam ISS. Sistem ini meniru perubahan cahaya alami di Bumi: lampu kebiruan di pagi hari untuk menekan hormon melatonin dan menjaga kewaspadaan, serta cahaya hangat menjelang waktu tidur untuk membantu tubuh bersiap istirahat.

Pencahayaan tersebut dirancang berdasarkan penelitian tentang ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang mengatur siklus tidur, hormon, suhu tubuh, dan metabolisme. Gangguan ritme sirkadian dalam waktu lama dapat menyebabkan masalah tidur, penurunan kemampuan berpikir, perubahan suasana hati, dan penurunan kinerja. Oleh karena itu, sistem pencahayaan menjadi bagian penting dalam desain ISS, sama vitalnya dengan sistem pendukung kehidupan lainnya. Teknologi ini diperkirakan semakin krusial untuk misi jangka panjang ke Bulan atau Mars, di mana astronot tidak memiliki siklus siang-malam alami seperti di Bumi.

Berita terkait