Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bank-Bank Diminta Waspada Hadapi Petaka, Korbanya Sudah Bermunculan

Sejumlah bank di berbagai negara diminta waspada terhadap perkembangan kecerdasan buatan. Model AI terkemuka dari OpenAI dan Anthropic dilaporkan mampu membobol sistem sejumlah perusahaan, bahkan tanpa dapat dikendalikan manusia. Peringatan ini mengemuka bersamaan dengan diperkenalkannya model AI Mythos milik Anthropic. CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, menjadi salah satu tokoh yang menyerukan kewaspadaan dan mendesak para pemimpin perusahaan Amerika Serikat bersatu melindungi infrastruktur kritis dari ancaman AI.

Dimon disebut menghubungi langsung para petinggi bank besar, bank regional utama, dan korporasi teknologi. Ia memimpin aliansi lintas sektor bernama Alliance for Critical Infrastructure (ACI), yang sejak Juli telah menyasar lebih dari 40 perusahaan strategis. Sektor yang dilibatkan meliputi jasa keuangan, energi, penyedia air bersih, utilitas, telekomunikasi, maskapai penerbangan, hingga jaringan kereta api. Selain JPMorgan, ACI diisi perusahaan seperti Mastercard dan Berkshire Hathaway. Program ini bertujuan membangun pemahaman soal pemanfaatan AI, mengidentifikasi ancaman tersembunyi, serta merumuskan standar pengamanan.

Dimon menyebut dirinya hanya pemeran pendukung dan menunjuk Tom Fanning, Ketua Eksekutif ACI, sebagai peletak fondasi kelompok tersebut. ACI juga diperkirakan menjadi mitra perumusan kebijakan bersama pemerintahan Donald Trump. Pada Juli lalu, Dimon menyebut Mythos ibarat memberikan rudal balistik kepada individu. Di sisi lain, pemerintah federal AS meluncurkan inisiatif Gold Eagle yang mempertemukan pengembang AI, operator infrastruktur vital, dan lembaga federal untuk memetakan celah kerentanan model AI serta mengoordinasikan perbaikan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait