Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Banyak Orang Sudah Tidak Percaya Dokter dan Guru, Ini Penyebabnya

Kehadiran kecerdasan buatan (AI) mulai mengikis kepercayaan masyarakat terhadap profesional seperti dokter dan guru. Survei dari Use.AI yang melibatkan 15.428 responden dewasa menunjukkan 64% responden merasa lebih percaya diri untuk mempertanyakan informasi dari para ahli. Fenomena ini disebut 'resesi keahlian', di mana nilai keahlian profesional menurun akibat kemudahan AI dalam merangkum dan menyajikan informasi. Masyarakat semakin cenderung melakukan riset mandiri menggunakan AI untuk memverifikasi pernyataan para profesional sebelum memutuskan untuk mempercayai atau tidak.

Data menunjukkan 53% masyarakat kini menggunakan AI untuk memverifikasi jawaban dari pakar, sementara 46% merasa kredensial profesional tidak lagi memberikan prestige tinggi. Selain dokter dan guru, profesi seperti manajer, jurnalis, dan ekonom juga semakin sering dipertanyakan publik. Penggunaan AI untuk verifikasi informasi ini lebih dominan pada generasi muda, dengan 70% responden usia 18-34 tahun lebih nyaman menggunakan AI sebelum mempertanyakan ahli, dibandingkan hanya 49% pada kelompok usia di atas 45 tahun.

Use.AI memperingatkan bahwa tren penurunan kepatuhan otomatis terhadap profesional ini bisa berlanjut seiring ketergantungan masyarakat yang semakin besar pada AI. CEO Use.AI, Ihor Herasymov, menyatakan bahwa AI telah mendemokratisasi rasa percaya diri lebih cepat daripada mendemokratisasi pengetahuan, sehingga orang bisa merumuskan pertanyaan tajam tanpa kompetensi yang cukup untuk menilai kebenaran jawaban.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait