Kalah dari Bayi, Kemampuan AI Dipertanyakan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4117893/original/004894900_1660045918-pexels-andrea-piacquadio-3755620.jpg)
Liputan6.com mencontohkan bahwa meskipun AI memiliki kemajuan pesat dalam menghasilkan kalimat mirip manusia, dalam hal penalaran dan produktivitas, AI masih kalah dari bayi. Menurut MIT Technology Review, bayi merupakan pembelajar bahasa manusia terbaik. Ilmuwan kognitif Stanford, Michael C. Frank, menyatakan AI membutuhkan sumber daya besar untuk menciptakan pencapaian yang manusia capai secara alami dalam setahun. Bayi mampu menyerap aturan bahasa dan kosakata dengan cepat setelah mendengar 10-30 juta kata, sementara LLM membutuhkan data masif jauh melampaui manusia. Frank menegaskan bahwa melatih GPT-2 dengan 30 juta kata hasilnya hanyalah mesin penghasil omong kosong, bukan kemampuan bayi. Hal ini menjadi tantangan bagi industri AI yang meragukan ambisi menciptakan kecerdasan setingkat manusia hanya dengan memperbesar skala model bahasa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 14.51
Megawati Minta AI Dikembangkan hingga Mampu Lampaui Otak Manusia
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 16.14
Saat Artificial Intelligence Bergerak di Luar Kendali
Berita terkait
Apa Itu Pusat Data? Ini Sejarah dan Jenisnya di Era AI
Liputan6.com · 23 Agustus 2026 pukul 08.12
Tak Disangka! Wamenkomdigi Sebut Lulusan Filsafat Bisa Bergaji Tinggi di Era AI
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 15.10
Begini Cara Bank Jago Memanfaatkan AI Tanpa 'Menggusur' SDM
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 18.02
Baru Rilis, ChatGPT Khusus Remaja Ternyata Masih Bisa Diakali
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 12.00