Baterai Raksasa Setinggi 12 Meter Jadi Sumber Kehidupan Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kota Pornainen di Finlandia selatan mengadopsi teknologi baterai pasir raksasa berkapasitas 1 megawatt dan 100 megawatt-hour dari startup Polar Night Energy. Baterai ini bukan menyimpan listrik, melainkan energi panas (thermal energy storage). Prinsip kerjanya: listrik murah dari kelebihan pasokan energi terbarukan digunakan untuk memanaskan 2.000 ton batu sabun (soapstone) hancur—limbah industri perapian—di dalam silo berisolasi khusus. Panas tersebut dapat bertahan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sebelum dialirkan ke jaringan pemanas distrik untuk menghangatkan rumah, sekolah, dan gedung perkantoran.
Sistem ini mampu menyuplai kebutuhan pemanas kota selama satu minggu penuh di musim dingin atau hingga satu bulan di musim panas, dengan efisiensi retensi panas hingga 90%. Penggunaannya berhasil membebaskan jaringan pemanas Pornainen dari minyak bumi, memangkas konsumsi biomassa sebesar 60%, dan menekan emisi karbon sektor pemanas hingga 70%. Teknologi ini dianggap terobosan karena mengandalkan limbah batu sabun yang melimpah dan murah, berbeda dari baterai litium-ion yang bergantung pada bahan tambang langka seperti litium, kobalt, dan nikel.
Bagikan
Berita terkait
Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 11.36
Pertamina NRE Topang Kebutuhan Listrik Hingga 10 Persen di KEK Sei Mangkei Lewat PLTBg dan PLTS
JawaPos · 27 September 2026 pukul 07.45
Pertamina NRE Hadirkan PLTS dan Air Bersih di SD Simalungun lewat SEB
CNN Indonesia · 26 September 2026 pukul 20.44
Pembangunan PLTS 100 GWp dalam 3 Tahun Dinilai Realistis
JawaPos · 26 September 2026 pukul 16.30