Bencana RI Disebut Gara-Gara Ulah Amerika, Pakar Ungkap Faktanya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Beberapa waktu terakhir, klaim bahwa teknologi HAARP (High Frequency Active Auroral Research Program) di Alaska, AS, menyebabkan letusan gunung berapi di Indonesia kembali viral. HAARP adalah fasilitas penelitian ionosfer yang dikelola University of Alaska Fairbanks sejak 2015, dengan Ionospheric Research Instrument (IRI) yang memancarkan daya 3,6 MW untuk studi ilmiah terbatas. Namun, Daryono dari IABI menegaskan erupsi gunung api Indonesia tidak ada kaitatnya dengan teknologi atau senjata buatan. Erupsi disebabkan oleh dinamika tektonik dan tekanan magma dari dalam Bumi, bukan gempa listrik atau gelombang elektromagnetik. Indonesia berada di jalur Cincin Api, sehingga aktivitas vulkanik intensif merupakan proses alami yang tidak bisa direkayasa oleh teknologi manusia.
Bagikan
Berita terkait
Alasan Banyak Gunung RI Meletus di 2026, Tak Cuma Krakatau
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 08.10
Pemerintah Punya Tugas Bereskan Bencana, KSP Ulta Levenia Pilih Kaitkan dengan Teori Konspirasi
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 02.30
Bisakah Erupsi Gunung Api Direkayasa Manusia? Ini Kata Pakar
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 08.20
Ini Alasan Apple Baru Rilis HP Lipat usai 10 Tahun
Detik.com · 13 September 2026 pukul 07.15