Benteng Misterius di Sahara Simpan Jejak Peradaban yang Hilang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ksar Draa adalah benteng kuno di Gurun Sahara, Aljazair, yang dibangun dari batu dan tanah liat lokal untuk bertahan di iklim gurun ekstim. Benteng ini menjadi saksi sejarah multikultural, tempat komunitas Yahudi, Berber, dan Arab hidup berdampingan sejak abad ke-19 hingga awal abad ke-20, menjalankan perdagangan dan kerajinan di kawasan oasis.
Setelah Aljazair merdeka dari Prancis pada 1962, tekanan terhadap kelompok minoritas meningkat. Serangan terhadap rumah, tempat usaha, dan rumah ibadah memaksa banyak keluarga Yahudi bermigrasi ke Prancis dan Israel. Ksar Draa perlahan ditinggalkan hingga menjadi situs bersejarah. Laporan Green Prophet menyebut situs ini belum terlindungi dengan baik—video di YouTube menunjukkan siapa pun dapat masuk bebas. Sisa-sisa rumah dan sinagoge tua masih berdiri. Penelitian menunjukkan Sahara pernah jauh lebih hijau dengan danau dan sungai yang mendukung permukiman manusia.
Bagikan
Berita terkait
Hukum Memakamkan Jenazah di Laut, Bolehkah Dilarung? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 11.45
Mendagri: Museum Bahasa Nasional Jadi Jejak Sejarah Pemersatu Bangsa
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 21.10
Mendagri Tito Ungkap Jejak Bahasa Indonesia Ada di Pulau Penyengat
Detik.com · 24 September 2026 pukul 21.04
Groundbreaking Museum & Monumen Bahasa Nasional, Mendagri Soroti Nilai Pemersatu
kumparan · 24 September 2026 pukul 20.52