Menkeu Suahasil Kenang Ketika Inflasi RI Tembus 650 Persen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengenang peran Frans Seda dalam mengatasi hiperinflasi Indonesia yang mencapai 650 persen pada periode 1966-1968. Saat itu, ekonomi RI terpuruk akibat cadangan devisa yang terkuras, utang luar negeri menumpuk, serta pengeluaran negara yang melonjak tiga kali lipat dari penerimaan, sehingga memicu lonjakan harga dan kelangkaan barang.
Frans Seda berhasil menekan inflasi secara drastis menjadi 110 persen pada 1967 dan 85 persen pada 1968 melalui kebijakan anggaran berimbang. Langkah strategis yang diambil meliputi penekanan pengeluaran nonprioritas, penghapusan proyek mercusuar, penataan struktur belanja, serta penyesuaian harga BBM untuk menertibkan postur anggaran. Keberhasilan ini menjadi fondasi bagi pembangunan ekonomi nasional selanjutnya dan menekankan pentingnya menjaga kredibilitas APBN sebagai alat pertumbuhan sekaligus pelindung rakyat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 19.45
Inflasi Ada di Angka 3,28 %, Wamenkeu Juda Agung Sebut Belum Berdampak ke Daya Beli
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 15.37
Kenaikan Inflasi 2,5% Tidak Pengaruhi Porsi dan Kualitas MBG 2027
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 14.52
Suahasil komitmen jaga momen pertumbuhan sekaligus kredibilitas APBN
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 13.36
Suahasil Kenang Awal Orde Baru, Hiperinflasi 650 Persen Bisa Cepat Diredam
Berita terkait
Suahasil Klaim Ekonomi RI Cukup Baik: Tumbuh 5,45%, Inflasi 3,19%
Detik.com · 24 September 2026 pukul 15.17
Uang Beredar di Agustus 2026 Capai Rp10.448,1 Triliun, BI Ungkap Pendorongnya
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 18.53
Setoran Pajak Rp 1.409 Triliun hingga Agustus, 59,8% dari Target
Detik.com · 18 September 2026 pukul 11.05
Setoran Pajak Naik 24%, Tembus Rp1.410 Triliun per Agustus
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 10.22