Bintang Laut Langka Justru Dilepas ke Laut, Selamatkan Ekosistem Hewan Nyaris Punah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada April 2026, 20 bintang laut bunga matahari (sunflower sea star) yang dipelihara di laboratorium University of Washington dilepas ke perairan Kepulauan San Juan, Washington, AS. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memulihkan populasi predator penting yang mengalami penurunan hingga 90% akibat wabah sea star wasting disease, yang disebabkan oleh bakteri Vibrio pectenicida dan didukung oleh kenaikan suhu laut. Spesies ini yang dapat mencapai 90 cm dan memiliki hingga 24 lengan kini dikategorikan sebagai critical endangered oleh IUCN. Peran bintang laut ini sebagai predator puncak terhadap bulu babi laut penting untuk menjaga keseimbangan hutan kelp, yang menjadi habitat bagi banyak organisme laut dan pelindung garis pantai. Proyek ini juga bertujuan menguji apakah kehadiran kembali bintang laut dapat memulihkan ekosistem laut yang rusak. Para peneliti menamai bintang laut seperti Nacho, Baby Carrot, dan Pluot, yang berusia sekitar tiga tahun saat dilepas. Pelepasan ini dilakukan setelah ditunggu karena adanya wabah yang masih aktif pada Oktober 2025.
Bagikan
Berita terkait
Populasi Gajah di Bengkulu Terancam, Kini Tinggal 25-30 Ekor
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 10.25
Memprediksi Eksistensi Satwa Liar 2026 hingga 2051
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 18.39
Pusaran Air Raksasa Lacak Aliran Sungai Kongo Sejauh 200 Km ke Samudra Atlantik
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.30
Kado HUT ke-81 RI, Gajah Sumatra Betina Lahir di Sumsel
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.34