Bisnis Nvidia Makin Menggurita, Sahamnya Ada di Mana-mana
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nvidia secara agresif memperluas portofolio investasinya ke berbagai sektor teknologi, termasuk Intel, SpaceX, Nokia, dan Synopsys, sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem AI global. Investasi paling mencolok adalah pembelian saham Intel senilai USD 5 miliar tahun lalu, yang kini bernilai USD 24,9 miliar. Kedua perusahaan juga bekerja sama mengembangkan sistem-on-chip (SoC) Intel x86 RTX untuk PC serta prosesor x86 khusus untuk data center Nvidia. Selain itu, Nvidia memiliki kepemilikan saham senilai USD 20,9 miliar di SpaceX, yang selaras dengan ambisi AI perusahaan antariksa milik Elon Musk. Untuk mendukung infrastruktur data center, Nvidia juga menginvestasikan USD 2 miliar ke Coherent, produsen material optik dan semikonduktor. Di sektor telekomunikasi, Nvidia mengeluarkan USD 1 miliar untuk Nokia guna mendukung pengembangan jaringan AI-RAN dan transisi ke 6G, dengan nilai sahamnya kini mencapai USD 2,2 miliar. Investasi serupa sebesar USD 2 miliar pada Synopsys kini bernilai USD 2,15 miliar. Nvidia juga memperkuat posisinya di pasar cloud dengan meningkatkan kepemilikan saham CoreWeave dari 24,2 juta lembar (USD 3,9 miliar) menjadi 47,2 juta lembar (USD 4,6 miliar). Di sisi lain, Nvidia melepas seluruh 1,1 juta lembar saham Arm yang sempat bernilai USD 178 juta, meskipun tetap akan melanjutkan pengembangan CPU berbasis arsitektur Arm. Portofolio investasi ini didanai oleh kekuatan keuangan Nvidia yang sangat kuas, dengan pendapatan kuartalan mencapai USD 80 miliar dan laba bersih mendekati USD 60 miliar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 20.40
Ledakan AI Dunia Makan Korban Baru: Raksasa Miras China
Berita terkait
Elon Musk Bahas Nvidia, Sekarang Puji Setinggi Langit
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 11.50
Ambisi AI Elon Musk Cemaskan Investor, Saham SpaceX Anjlok
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 20.50
Elon Musk Hancur-Hancuran, Harapannya Cuma Starlink
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 16.25
Manusia Rp2.900 Triliun Mau Investasi AI Data Center di Negeri Ginseng
CNBC Indonesia · 27 Juli 2026 pukul 10.00