BMKG Bongkar Sampai Kapan El Nino Bikin Kering Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino akan berlangsung hingga awal tahun 2027. Menurut Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, dampak El Nino diperkirakan akan berkurang signifikan pada pertengahan Oktober ketika musim hujan mulai tiba. El Nino sendiri merupakan anomali iklim yang terjadi ketika suhu permukaan laut di ekuator Samudera Pasifik mengalami kenaikan, sehingga menyebabkan curah hujan lebih rendah di sejumlah wilayah Indonesia. Fenomena ini biasanya berlangsung selama 9-12 bulan dan terjadi setiap 3-7 tahun. Dampaknya terasa paling signifikan saat bertepatan dengan musim kemarau, yang justru membuat kondisi kemarau semakin kering dan berkepanjangan. Saat ini, 80% wilayah Indonesia sedang dalam musim kemarau dengan puncaknya pada Agustus. Data terkini menunjukkan indeks Niño 3.4 mencapai +2.37 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -15.6, mengindikasikan El Nino dengan intensitas kuat tengah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 04.05
Kemarau Bertahan hingga Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Ini Berpotensi Diguyur Hujan
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 15.27
BMKG Bandung Prediksi Puncak El Nino 2026 di Jabar Berlangsung pada September-Oktober
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 17.02
Dampak Kemarau Ekstrem di Bali Meluas, 529 KK Terancam Krisis Air Bersih
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 11.18
Singapura Waspadai Nyamuk dan Kecoak Meningkat Saat El Nino Makin Ekstrem
Berita terkait
BMKG Prediksi Musim Hujan 2026 Dimulai pada Oktober
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 08.30
Foto: Kemarau Makin Kering, Sawah di Bogor Mulai Kehilangan Air
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 14.24
Dampak El Nino, BMKG Prediksi Musim Hujan Baru Terjadi November 2026
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 19.30
BMKG Prediksi Puncak Kemarau Jawa Barat Terjadi September-Oktober 2026
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 18.00