BMKG: El Nino Kuat Picu Kemarau Ekstrem Hingga Karhutla Makin Parah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BMKG melaporkan fenomena El Nino kuat memicu kemarau ekstrem di Indonesia, ditandai dengan anomali suhu muka laut Samudra Pasifik timur di atas +2 derajat Celcius. Kondisi ini diperparah oleh indeks Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang menggeser suplai air menjauh dari Indonesia, menyebabkan curah hujan berkurang drastis dan ketersediaan air untuk pertanian menurun.
Situasi ini meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena biomassa lebih cepat mengering dan api lebih mudah merambat. Hingga awal Agustus 2026, tercatat lebih dari 107 ribu hektare lahan terdampak karhutla. Fenomena El Nino kuat ini diperkirakan akan berlangsung hingga awal Oktober.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 16.40
BMKG Ingatkan El Nino Kuat di Jatim, Warga Diminta Waspadai Karhutla hingga Awal 2027
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 05.55
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini 17 Agustus 2026: Cerah Berawan
ANTARA News · 17 Agustus 2026 pukul 05.00
Jakarta diprakirakan cerah berawan saat peringatan HUT RI Senin ini
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 23.45
Karhutla Gambut di Empat Kabupaten Riau Masih Membara
Berita terkait
BMKG Siapkan Data Ketersediaan Air Gambut dan Perkuat Mitigasi Karhutla
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 19.05
BMKG Ungkap El Nino Masih Kuat Sehingga Berpotensi Musim Hujan 2026-2027 Mundur
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 17.02
Menhut Raja Juli Bilang Karhutla Masih Lama: Betul-betul Kasihan yang Padamkan Api
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 07.55
El Nino Masih Berlangsung, Menhut Ingatkan Ancaman Karhutla Belum Berakhir
JawaPos · 16 September 2026 pukul 20.30