Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Karhutla Gambut di Empat Kabupaten Riau Masih Membara

Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau masih berlangsung di empat kabupaten: Kampar, Rokan Hilir, Bengkalis, dan Indragiri Hulu. Tim Manggala Agni dari berbagai Daops seperti Pekanbaru, Dumai, dan Rengat turun untuk melakukan pemadaman dan mopping up guna memastikan tidak ada bara yang tersisa. Beberapa lokasi sudah memasuki hari ke-14 penanganan, sementara regu dari Daops Lahat dan Siak telah didemobilisasi karena dinilai tidak lagi diperlukan. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Sumatra, Ferdian Krisnanto, menyatakan bahwa personel terus disesuaikan dengan kebutuhan lapangan untuk memastikan operasi tetap optimal dan efektif.

Sejak awal tahun 2026, Karhutla di Riau telah menghanguskan area seluas 15.608,37 hektare, dengan Bengkalis menjadi wilayah terparah. Kabut asap akibat kebakaran membuat kualitas udara di Pekanbaru mencapai level "Sangat Tidak Sehat" dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 199,6 µg/m³, sehingga warga disarankan untuk tetap waspada. Di Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir, api telah membakar sekitar 50 hektare lahan gambut, dan tim gabungan masih berupaya memadamkannya. Kabut tipis juga mulai menyelimuti sejumlah kawasan Kota Pekanbaru akibat kondisi kemarau dan kebakaran.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memberikan peringatan serius terkait ancaman Karhutla menyusul proyeksi fenomena El Nino yang kuat di Indonesia. Peringatan ini merupakan tindak lanjut dari prakiraan kekeringan meteorologis yang dikeluarkan oleh BMKG. Pakar Hidrologi UGM, Prof. Agus Maryono, menekankan pentingnya memanen air hujan sebagai solusi preventif. Sementara itu, Dokter Spesialis Anak Dr. dr. Nastiti Kaswandani memberikan kiat perlindungan diri agar warga dapat mengurangi risiko ISPA selama musim kemarau yang panas dan berdebu.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait