Bolehkah Buku dengan Hak Cipta Digunakan Latih AI? Ini Penjelasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331990/original/011302600_1787615875-Ilustrasi_buku-UnsplashGulfer_Ergin.jpg)
Penggunaan buku dengan hak cipta untuk melatih model AI masih menjadi pertanyaan hukum yang belum pasti. Menurut TechCrunch, pengacara hak cipta Cathy Gellis menyatakan bahwa isu ini kompleks karena melibatkan banyak kepentingan yang saling bertentangan. Model AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude membutuhkan data massal dari berbagai sumber, termasuk buku dan jurnal, yang membuat penulis khawatir karyanya digunakan tanpa izin. Di AS, konsep fair use sering menjadi dasar perusahaan AI, namun pengadilan menilai kasus per kasus berdasarkan tujuan, jumlah, dan dampak pasar. Hukum hak cipta AS terakhir diperbarui pada 1976, belum mengatur khusus AI. Kasus Anthropic menunjukkan pelatihan AI bisa dianggap fair use, tetapi perusahaan tetap dikenai denda USD 1,5 miliar karena menggunakan buku dari situs pembajakan. Sebaliknya, kasus Thomson Reuters vs Ross Intelligence menyatakan penggunaan karya untuk layanan AI yang kompetitif tidak termasuk fair use. Perbedaan putusan ini memperlihatkan belum adanya standar hukum yang konsisten. Beberapa perusahaan besar seperti Google, Meta, dan OpenAI masih berperkara dengan penulis dan pemegang hak cipta. Oleh karena itu, jawaban atas apakah buku berhak cipta boleh digunakan untuk melatih AI belum bisa diberikan secara mutlak dan tergantung perkembangan hukum di pengadilan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 18.42
Hadapi Era AI, Kabadiklat Kejaksaan RI Gagas Konsep 'Trisula Hukum Digital' di Unhas
Berita terkait
Bill Gates Usulkan Pajak Robot dan Label Pekerjaan Khusus Manusia
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 09.00
Ekonomi Digital RI Dekati 100 Miliar Dolar AS, Pemerintah Genjot AI dan Data Center
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 06.45
Indosat - Arsari Group Bangun RAIA Grid: Jalan Tol Digital 86.000 Km Berbasis AI
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 18.03
BATIC 2026, Transformasi Digital Hadapi Pesatnya Perkembangan AI di Asia Pasifik
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 15.40