Bos Anthropic Minta Ada 'Tombol Mati' untuk AI Berbahaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5107459/original/086283800_1737682639-ai-7111802_1280.jpg)
Jack Clark, pendiri Anthropic, menyatakan perusahaan AI mungkin perlu diwajibkan memiliki 'kill switch' untuk mematikan sistem AI yang menjadi terlalu berbahaya. Ia menekankan mekanisme ini harus diuji oleh pihak ketiga agar dapat digunakan saat dibutuhkan. Gagasan ini muncul di tengah kekhawatiran perkembangan AI yang cepat, diikuti pernyataan Dario Amodei tentang pengawasan yang lebih ketat. Evan Hubinger mengperkirakan risiko kepunahan manusia oleh AI lebih dari 10% dalam satu dekade, yang dianggap masuk akal oleh Geoffrey Hinton. Amerika Serikat mengusulkan Kill Switch Act untuk mewajibkan perusahaan AI memiliki cara mematikan sistem yang bermasalah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 17 September 2026 pukul 07.45
Bos Nvidia Bantah Kiamat AI 2030: Kita Tidak Akan Mati
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 07.20
Bos AI Panik, Bilang Ciptaannya Bisa Kuasai Internet 6-12 Bulan Lagi
Detik.com · 17 September 2026 pukul 05.45
Ilmuwan Peringatkan AI Bisa Musnahkan Manusia Sebelum 2030
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 17.29
DeepSeek Sebut Anthropic Jadi Raja AI seperti Hitler Pegang Bom Atom
Berita terkait
Tak Khawatir AI, Trump Ingin Pengembangan Tak Ditahan-Tahan
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 17.18
Bos AI Bilang Perusahaannya Sudah Untung, Asal Biaya Tidak Dihitung
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 15.20
OpenAI hingga Anthropic Duduk Bareng Bahas Perlambatan Laju Perkembangan AI
kumparan · 16 September 2026 pukul 14.30
Houthi Diduga Manfaatkan Claude AI untuk Rancang Rudal
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 11.14