Jakarta · Selasa, 29 September 2026Cari
WargaKonoha

Bos OpenAI dan Elon Musk Ketakutan, Zuckerberg Santai Kembangkan AI

Mark Zuckerberg, CEO Meta, menolak ajakan agar perusahaan AI mengatur atau menunda pengembangan teknologi secara terkoordinasi, berbeda dengan posisi CEO OpenAI Sam Altman, CEO Anthropic Dario Amodei, dan Elon Musk yang khawatir akan risiko kemusnahan manusia akibat AI yang tidak terkendali. Dalam wawancara dengan NBC News, Zuckerberg berargumen bahwa setiap laboratorium AI sebaiknya menilai risiko secara internal dan tidak memerlukan koordinasi industri. Ia menekankan bahwa pasar akan secara alami memilih produk AI yang aman dan berguna, sehingga pengguna tidak akan mengadopsi sistem yang berbahaya atau tidak dapat diandalkan. Meta baru saja meluncurkan Muse, sebuah agen AI otonom yang mampu melakukan berbagai tugas seperti memesan tiket, membalas email, dan mengelola langganan. Muse menjadi aplikasi gratis terpopuler di App Store dan Google Play sejak diluncurkan pada 8 September. Zuckerberg menjelaskan bahwa Muse sebenarnya terdiri dari beberapa agen AI yang saling bekerja sama, termasuk sistem bernama Sentinel yang memantau dan membatasi tindakan Muse untuk mencegah penyalahgunaan. Menurutnya, pengembangan AI harus lebih fokus pada pemahaman niat dan keinginan pengguna, serta menangankan informasi dengan bijak. Terkait kekhawatiran privasi, Zuckerberg menegaskan bahwa data pengguna di Meta dilindungi dengan enkripsi dan kebijakan privasi yang ketat. Ia menolak skenario negatif yang digambarkan oleh sebagian pihak dan justru optimis bahwa AI yang dipersonalisasi akan membawa dampak positif bagi kehidupan manusia di masa depan.

Berita terkait