Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

'Buang' Peta Dunia Saat Ini, Prancis Rela Ukurannya Mengecil

Prancis mengumumkan penggantian penuh proyeksi peta dunia Mercator yang saat ini digunakan dengan proyeksi Eckert IV. Keputusan ini dilatarbelakangi karena proyeksi Mercator dianggap menyesatkan dengan cara memperbesar visual wilayah kutub seperti Greenland dan Rusia, sementara memperkecil wilayah khatulistiwa seperti Afrika. Menlu Prancis Jean Noel Barrot menyatakan peta tidak pernah netral dan proyeksi Mercator mencerminkan pandangan Barat yang berkelam dan tidak adil secara geografis. Prancis mulai mengurangi penggunaan Mercator sejak 2021 dan akan menghapusnya sepenuhnya dari situs diplomatik. Sayangnya, para diplomat mengakui proyeksi Mercator masih relevan untuk navigasi maritim dan penggunaan regional terbatas. Keputusan ini sejalan dengan resolusi Majelis Umum PBB yang disponsori Togo dan disetujui oleh 164 negara anggota untuk beralih ke proyeksi Equal Earth yang diciptakan pada 2018. Resolusi tidak mengikat ini mendorong penggunaan proyeksi yang lebih adil secara proporsional. Amerika Serikat menolak dan menyebutnya proyek ideologis radikal, sementara enam negara lainnya memilih abstain. PBB menegaskan tidak ada larangan penggunaan Mercator dan tidak memaksakan satu proyeksi tunggal. Di sekolah-sekolah Prancis, sebagian besar peta masih menggunakan Mercator, meskipun proyeksi Eckert atau Peters ada di beberapa buku pelajaran.

Berita terkait