NASA Bagikan Potret Kawah Baru Angka 8 Bekas Tabrakan Roket SpaceX di Bulan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada 5 Agustus 2026, bagian atas roket SpaceX yang menjadi sisa peluncuran wahana Blue Ghost milik Firefly Aerospace menghantam permukaan Bulan di dekat tepian sisi yang menghadap Bumi. Benda berukuran 13,8 meter dan berat 4.000 kilogram ini melaju dengan kecepatan sekitar 8.700 km/jam sebelum menabrak. NASA menggunakan Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) untuk mengamati lokasi dan karakteristik kawah baru yang terbentuk. Hasil pengamatan menunjukkan kawah memiliki diameter sekitar 18 meter, kedalaman 3 meter, dan bentuk menyerupai angka delapan akibat tumpang tindih dengan kawah yang sudah ada sebelumnya. Prediksi lokasi tumbukan dilakukan oleh Center for Near Earth Object Studies di NASA menggunakan dua model permukaan Bulan, dan lokasi sebenarnya berada di dalam wilayah elips yang diprediksi. Kawah ini juga menampilkan perbedaan warna lapisan regolit, dengan lapisan atas berwarna gelap dan material yang terbuka akibat tumbukan tampak lebih terang. Tabrakan ini tidak menimbulkan bahaya besar bagi Bumi, namun menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan sampah antariksa di Bulan seiring meningkatnya aktivitas eksplorasi oleh berbagai negara dan perusahaan swasta.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 11.15
NASA Rilis Penampakan Bulan Bolong Ditabrak Roket Elon Musk
CNBC Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 13.00
Bulan Menjauh dari Bumi, Manusia akan Rasakan Dampaknya
Berita terkait
Wahana LRO NASA Abadikan Kawah Bekas Tabrakan Roket Falcon 9 di Bulan
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 11.00
NASA Ungkap Gambar Perdana Dampak Roket SpaceX Tabrak Bulan
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 17.13
Luka Baru di Bulan Terlihat Usai Dihantam Roket SpaceX
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 08.45
Roket Elon Musk Tabrak Bulan, Buktinya Masih Dicari
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 11.00