Bumi Dikepung Satelit Aktif, Muncul Ancaman Mengerikan Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN) memaparkan data dari ESA Space Environment Report 2025 dan basis data lainnya yang menunjukkan sekitar 14.500 satelit aktif mengorbit di Low Earth Orbit (LEO) pada 2026, dan diproyeksikan meningkat hingga sekitar 100.000 unit pada 2030. Pertumbuhan drastis ini didorong oleh megakonstelasi seperti Starlink, OneWeb, dan proyek serupa dari Tiongkok. Kepadatan orbit LEO yang meningkat memunculkan ancaman Kessler Syndrome, yaitu efek domino tabrakan antarsatelit dan debris yang bisa membuat suatu ketinggian orbit tidak lagi bisa menampung satelit baru.
Dua studi kasus nyata memperkuat kekhawatiran tersebut. Pertama, insiden antara satelit Aeolus milik ESA dan satelit Starlink, di mana sistem notifikasi otomatis gagal dan koordinasi antaroperator tidak merespon tepat waktu, memaksa ESA melakukan manuver sepihak yang menghabiskan bahan bakar misi. Kedua, 38 satelit Starlink gagal mencapai orbit operasional pada Februari 2022 akibat badai geomagnetik yang tidak diperhitungkan oleh model hambatan atmosfer satelit.
Peneliti PRTS BRIN Ery Fitrianingsih menekankan bahwa empat asumsi dasar operasi satelit selama ini mulai goyah, termasuk ketersediaan waktu untuk manuver dan keandalan komunikasi antarmanusia. Solusi yang diusulkan adalah membangun kemampuan otonom pada satelit untuk menilai risiko tabrakan dan merencanakan manuver penghindaran secara mandiri tanpa intervensi manusia.
Bagikan
Berita terkait
BRIN Akui Terlibat di Proyek Peluncuran Satelit Lampung-1
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 07.50
BRIN Siapkan Pesawat N219 dan Versi Amfibi untuk Ambulans Terbang
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 23.29
Analisis Peneliti BRIN Terkait Potensi Maksimal Gempa NTT
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.16
Prabowo Subianto Targetkan Pembangunan Giant Sea Wall Pantura Jawa Mulai di Masa Jabatannya
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 18.59