Cara Lindungi Aset Mata Uang Kripto dari Peretasan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
Peretas berhasil mencuri mata uang kripto senilai USD 130 juta (sekitar Rp 2,3 triliun) dari pengguna dompet kripto Coldcard, perangkat offline buatan Coinkite yang dikategorikan sebagai "cold wallet" karena tidak terhubung ke internet. Berdasarkan laporan TechCrunch, beberapa grup peretas terus menguras dana dari dompet tersebut. Kerentanan ditemukan pada proses pembuatan seed phrase Coldcard, yang membuat kata sandi pengguna mudah diprediksi sehingga pelaku kejahatan dapat melakukan serangan brute-force atau metode coba-coba untuk mendapatkan akses ke dompet.
Serangan kripto meningkat signifikan selama semester pertama 2026. Data menunjukkan lebih dari 200 serangan terjadi antara Januari hingga Juli 2026 dengan total kerugian USD 972 juta (sekitar Rp 17,4 triliun). Meskipun jumlah insiden lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2025, nilai aset yang dicuri justru lebih rendah. Coinkite merilis pemberitahuan keamanan yang mengonfirmasi kerentanan sudah diperbaiki melalui pembaruan firmware. Pengguna diimbau untuk mengunduh pembaruan dari halaman resmi dan memigrasikan dompet ke seed phrase baru sesuai panduan yang tersedia.
Para ahli keamanan menyarankan pengguna kripto menerapkan strategi diversifikasi penyimpanan. Dengan menyebarkan aset ke berbagai jenis dompet dan hanya menyimpan sebagian kecil di hot wallet, pengguna dapat membatasi kerugian jika salah satu dompet terhadap serangan peretas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 10.50
Mirip Insiden OpenAI, Model AI Meta Hack Perusahaan Saat Uji Coba
Berita terkait
Tetangga RI Sudah Jadi Korban, Sekarang Amerika Kena Batunya
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 15.40
Mobil BYD 'Ditelanjangi' Peretas, Hanya Butuh 2 Minggu, Bobol!
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 14.25
Hacker Bobol Situs Resmi FBI, Curi Data-data Sensitif
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 15.00
OpenAI Retas Berkas Publik-Non Publik Pemerintah Australia, Albanese Selidiki
Detik.com · 24 September 2026 pukul 08.11