Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Cathay Pacific Pakai AI Google Kurangi Garis Putih Pesawat Pemanas Bumi

Cathay Pacific bekerja sama dengan Google untuk menguji teknologi kecerdasan buatan (AI) yang membantu pesawat menghindari pembentukan contrail, yaitu garis putih di belakang pesawat yang dapat memerangkap panas dan memperparah pemanasan global. Uji coba operasional dimulai akhir 2025 dengan lebih dari 100 penerbangan yang direncanakan, dan lebih dari 80 penerbangan telah melalui rute penghindaran contrail. Berdasarkan analisis citra satelit Google, dampak pemanasan contrail berhasil dikurangi sekitar 40% pada periode uji coba, meskipun ini masih berupa estimasi awal dan tidak berarti emisi karbon pesawat berkurang 40%.

Contrail terbentuk ketika pesawat melewati lapisan udara dingin dan lembap, menyebabkan uap air membeku menjadi kristal es. Dalam kondisi tertentu, contrail dapat bertahan dan menyebar menjadi awan tipis yang memerangkap panas. Google memperkirakan contrail bertanggung jawab atas sekitu sepertiga dampak iklim industri penerbangan. Sistem AI Google menggabungkan model prediksi, data cuaca, dan citra satelit untuk mengidentifikasi wilayah berpotensi contrail, lalu memberi informasi kepada pilot untuk menyesuaikan ketinggian penerbangan agar menghindari lapisan udara tersebut.

Koridor penerbangan Hong Kong-Singapura menjadi salah satu rute yang diuji karena kondisi udaranya sering mendukung pembentukan contrail persisten, dan penghindaran di rute ini menyumbang lebih dari separuh dari total estimasi penurunan dampak iklim. Cathay Pacific menjadi mitra komersial pertama Google di Asia dan maskapai pertama yang menguji teknologi ini pada penerbangan jarak jauh. Pengujian kini diperluas ke rute Asia dan trans-Pasifik, dengan kolaborasi bersama Contrails.org untuk meneliti penerapan skala besar. Penelitian lanjutan masih diperlukan karena perubahan ketinggian dapat menambah konsumsi bahan bakar.

Berita terkait