Dikira Mencair, Es di Kutub Selatan Malah Tambah 695 Miliar Ton
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Selama dua puluh tahun, es di Antartika terus berkurang. Namun dalam tiga tahun terakhir, es di Antartika Timur justru bertambah 695 miliar ton, menjadi penambahan terbesar sepanjang pengamatan satelit. Penemuan ini dikutip dari laporan jurnal Nature. Peneliti dari Akademi Ilmu Pengetahuan China menemukan bahwa pemanasan suhu permukaan laut di perairan tropis, di perbatasan Samudra Pasifik Barat dan Samudra Hindia Timur, memicu perubahan pola angin. Perubahan ini mengarahkan aliran uap air dari Samudra Hindia menuju Antartika Timur, menyebabkan turunnya salju lebat selama berbulan-bulan. Akumulasi salju ini menambah massa es sementara di wilayah Queen Mary dan Wilkes Land selama 2021 hingga 2023. Penelitian menegaskan bahwa penambahan ini bersifat sementara dan terjadi sekali dalam sekitar sepuluh tahun. Antartika secara keseluruhan masih kehilangan es rata-rata 140,5 miliar ton per tahun dalam dua dekade terakhir. Bagian Antartika Barat terus mencair akibat pemanasan air laut yang mengikis lapisan es dari bawah. Meskipun fenomena ini menunjukkan penundaan sementara, pemanasan global tetap menjadi ancaman utama bagi benua es di kutub selatan.
Bagikan
Berita terkait
Pemanasan Global Kian Tak Terkendali, PBB: Ini Risikonya
Detik.com · 3 September 2026 pukul 10.30
Seberapa Panas Bumi di Masa Depan? Ini Prediksi Ilmuwan
CNBC Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 20.40
Bumi Menuju Kiamat Makin Cepat, Situasinya Sudah Sangat Genting
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 18.40
Bagaimana Perubahan Iklim-Krisis Pangan Bisa Picu Konflik di Masa Depan?
Detik.com · 7 September 2026 pukul 17.32