Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Perusahaan Tak Terkenal Jadi Sorotan, Mendadak Jadi Raja Baru di China

Changxin Technology Group (CXMT) telah menjadi sorotan di China berkat tingginya permintaan chip untuk teknologi kecerdasan buatan (AI), yang memicu kelangkaan chip global. CXMT, sebagai produsen chip terbesar di China, berhasil mengumpulkan dana 57,92 miliar yuan (sekitar Rp154 triliun) melalui IPO di bursa Shanghai Star Market, menjadikannya IPO terbesar di Asia tahun ini. Saham CXMT naik lebih dari 500%, dengan kapitalisasi pasar mencapai 3,5 triliun yuan (Rp9.296 triliun). CXMT menguasai 7,67% pangsa pasar DRAM global pada 2025, meskipun pasar masih didominasi oleh Samsung, SK Hynix, dan Micron. Apple juga dilaporkan sedang menguji memori DRAM buatan CXMT untuk perangkat yang dijual di China.

Dari sisi keuangan, CXMT mampu membalikkan keadaan dengan laba operasional 35,43 miliar yuan pada kuartal pertama, dari kerugian 2,83 miliar yuan pada periode yang sama tahun lalu. Didirikan pada 2016 oleh Zhu Yiming, CXMT berencana menggunakan dana IPO untuk peningkatan teknologi dan riset serta pengembangan. Namun, Morningstar menyatakan bahwa CXMT akan mendapat manfaat dari upaya China dalam kemandirian semikonduktor, meskipun teknologinya masih tertinggal dari pemimpin global.

Ahli pasar seperti Theodore Shou dari Yiyi Capital memperingatkan bahwa margin tinggi dan profitabilitas saat ini mungkin tidak bertahan lama karena siklus pasar memori. Lonjakan saham didukung oleh sentimen pasar dan jumlah saham beredar yang terbatas, tetapi investor disarankan untuk waspada terhadap potensi koreksi harga setelah momentum IPO.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait