Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

China Kerahkan Robocop untuk Atur Lalu Lintas, Ini Kemampuannya

China mulai mengerahkan robot pengatur lalu lintas bernama T2 di kota Hangzhou. Robot bertinggi 1,88 meter dan berat 98 kg ini dikembangkan oleh SUPCON Information dan dilengkapi kamera serta radar untuk mendeteksi pelanggaran lalu lintas seperti pengendara tanpa helm, sepeda listrik berboncengan berlebih, kendaraan melewati garis stop, hingga pejalan kaki menerobos lampu merah. Robot memberikan teguran suara dan menggerakkan tujuh engselnya sesuai sinyal lampu lalu lintas, sekaligus dapat menjawab pertanyaan terkait arah jalan dan parkir. Meski berfungsi seperti polisi, robot tidak dilengkapi senjata dan tidak memiliki kewenangan menangkap pelaku. Saat ada keadaan darurat, warga dapat menekan tombol khusus untuk terhubung langsung dengan kantor polisi terdekat.

Sejauh ini, SUPCON telah mengerahkan 15 robot di Hangzhou sejak Mei dan berhasil mengeluarkan lebih dari 170.000 peringatan. Akibatnya, kasus pelanggaran seperti pengendara tanpa helm dan kendaraan menerobos garis berhenti berkurang lebih dari 40 persen per bulan. Robot beroperasi mandiri dari pukul 07.00 hingga 18.00 di sejumlah persimpangan yang telah ditentukan. Perusahaan mengklaim akurasi pengenalan pelanggaran robot mencapai lebih dari 95 persen, meski kamera dan radar masih rentan terhadap sinar matahari kuat, hujan, dan suhu ekstrem. Robot telah diuji selama ribuan jam di berbagai lokasi seperti daerah wisata, sekolah, kawasan bisnis, dan saat cuaca buruk.

Saat ini terdapat sekitar 50 robot T2 yang beroperasi di sekitar delapan kota di tiga provinsi China. SUPCON memperkirakan jumlah robot akan mendekati 200 unit pada akhir tahun ini. Menurut Kepala Pusat Inovasi Sistem tanpa Awak Cerdas SUPCON, Cao Hui, robot ini mewakili langkah China dalam menggeser peran mesin dari tugas simbolis ke aplikasi praktis seperti pengawasan lalu lintas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait