China Respons Seruan Perlambat AI, Sebut Cuma Gertak Sambal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah China menyatakan kekecewaan atas seruan para pemilik perusahaan teknologi Amerika Serikat seperti Dario Amodei (Anthropic), Sam Altman (OpenAI), dan Elon Musk (Grok) untuk memperlambat pengembangan AI secara besar-besaran. China menilai seruan tersebut sebagai tindakan fearmongering yang menakut-nakuti. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa AI adalah teknologi penting untuk kesejahteraan manusia dan semua pihak harus bekerja sama dalam mengembangkannya secara terbuka. China menolak konsep persaingan yang tidak sehat dan berargumen bahwa AI hanyalah sebuah alat yang dapat dikembangkan dengan cepat oleh China jika AS berhasil lebih dulu, mirip seperti yang terjadi pada teknologi mobil listrik, pengobatan kanker, dan smartphone. Para pengamat terpecah dalam mengartikan motivasi seruan para CEO AI AS tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 12.55
China Blak-Blakan Ungkap Taktik Perang Dingin Amerika
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 09.07
China Sangkal Pasok Citra Satelit ke Iran untuk Bombardir Pangkalan AS di Yordania
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 02.20
Badan Intelijen AS Fokus pada AI dan China sebagai Musuh Utama, Ini Analisis Utamanya
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 21.52
China Pastikan Perkembangan AI Semakin Lepas Kendali dan Membahayakan
Berita terkait
Amerika Ungkap Alasan Sebenarnya China Makin Maju
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 21.20
Mesin Uang Baru China Bernilai Rp 3.000 Triliun, Amerika Minggir Dulu
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 17.15
Aimoga Tembus Pasar Global dengan 2.000+ Unit Pengiriman ke lebih dari 60 Negara
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 15.14
Niriksagara Kembangkan AI untuk Tentukan Prioritas Infrastruktur Indonesia
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 13.03