Jakarta · Senin, 21 September 2026Cari
WargaKonoha

China Lanjutkan Proyek Masa Depan yang Disetop Amerika Serikat

China melanjutkan proyek pusat data bawah laut yang sebelumnya ditiadakan Amerika Serikat. Proyek ini menempatkan 2.000 server di dasar laut kawasan Khusus Lingang dengan kapasitas daya 24 MW dan kedalaman 10 km di bawah permukaan laut. China menggunakan air laut secara langsung sebagai sistem pendingai dan penyejuk alami untuk server tersebut.

Proyek senilai 1,6 miliar yuan (sekitar Rp 4,2 triliun) dikembangkan bersama HiCloud Technology dan China Communications Constructions, sebuah perusahaan milik negara. China mengadopsi desain yang pernah digunakan Microsoft pada 2018, ketika perusahaan meletakkan 855 server dengan kapasitas 27,6 petabyte ke dalam Laut Utara pada kedalaman 117 kaki. Microsoft kemudian mengganti udara dengan nitrogen kering untuk mencegah oksidasi dan kelembapan, namun akhirnya membatalkan proyek setelah dua tahun karena kehilangan enam dari 855 server.

Dua proyek ini menunjukkan pendekatan inovatif dalam menggunakan air laut sebagai pendingai alami. Dengan sistem ini, pusat data dapat menghemat hingga seperempat hingga setengah kebutuhan listrik yang biasanya digunakan untuk sistem pendingai di fasilitas daratan konvensional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait