China Lanjutkan Proyek Masa Depan yang Disetop Amerika Serikat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China melanjutkan proyek pusat data bawah laut yang sebelumnya ditiadakan Amerika Serikat. Proyek ini menempatkan 2.000 server di dasar laut kawasan Khusus Lingang dengan kapasitas daya 24 MW dan kedalaman 10 km di bawah permukaan laut. China menggunakan air laut secara langsung sebagai sistem pendingai dan penyejuk alami untuk server tersebut.
Proyek senilai 1,6 miliar yuan (sekitar Rp 4,2 triliun) dikembangkan bersama HiCloud Technology dan China Communications Constructions, sebuah perusahaan milik negara. China mengadopsi desain yang pernah digunakan Microsoft pada 2018, ketika perusahaan meletakkan 855 server dengan kapasitas 27,6 petabyte ke dalam Laut Utara pada kedalaman 117 kaki. Microsoft kemudian mengganti udara dengan nitrogen kering untuk mencegah oksidasi dan kelembapan, namun akhirnya membatalkan proyek setelah dua tahun karena kehilangan enam dari 855 server.
Dua proyek ini menunjukkan pendekatan inovatif dalam menggunakan air laut sebagai pendingai alami. Dengan sistem ini, pusat data dapat menghemat hingga seperempat hingga setengah kebutuhan listrik yang biasanya digunakan untuk sistem pendingai di fasilitas daratan konvensional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 01.10
Tak Ingin Dikalahkan China, AS Bentuk AI Force dan Tunjuk Raja Kecerdasan Buatan
Berita terkait
Indonesia Membangun Data Center AI, Bukan Industri AI
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 08.08
Bikin Takjub, Terowongan Kereta Cepat Bawah Air Lagi Dibangun
CNBC Indonesia · 12 September 2026 pukul 11.45
Raksasa Teknologi AS Tutup Kantor, Tak Kuat Berbisnis di China
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.20
Trump Mau Bentuk Pasukan AI, Tunjuk Pimpinannya Sebagai Kaisar
CNBC Indonesia · 20 September 2026 pukul 19.15