Raksasa Teknologi AS Tutup Kantor, Tak Kuat Berbisnis di China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Microsoft tutup 15 kantor cabang di China dalam lima tahun terakhir dan sempat mempertimbangkan keluar dari pasar tersebut pada 2023. Pendapatan China hanya menyumbang 1,5% dari total global perusahaan. Tuntutan pemerintah China untuk perangkat lunak domestik dan batasan ekspor teknologi AS menghambat bisnis AI dan cloud Microsoft. Microsoft tetap beroperasi karena masih memiliki peluang bisnis seperti kerja sama dengan ByteDance dan penting untuk mengakses talenta teknik. Pemerintah China mendorong penggunaan perangkat lunak lokal yang lebih aman setelah keraguan terhadap teknologi Barat pasca pengungkapan surveillance Amerika Serikat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 17.07
Pecahkan Rekor, Kereta China Tembus 800 Km/Jam dalam 5,3 Detik
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 21.15
Bukan Uang, MacBook Pro dari Ayah Jadi Modal Amanda Bangun Usaha dari Nol
Berita terkait
Peringatan Keras CEO Microoft, AI Bisa Hancurkan Perusahaan!
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 17.20
Cetak Rekor, Kereta Maglev China Tembus 800 Km/Jam dalam 5,3 Detik!
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.40
Mesin Uang Baru China Bernilai Rp 3.000 Triliun, Amerika Minggir Dulu
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 17.15
Taiwan Sebut Latihan Angkatan Laut China dan Indonesia Provokatif
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 15.02