Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Curhat Zelensky Kehabisan Rudal Saat Bombardir Rusia Menggila

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa negaranya hanya memiliki sepersepuluh dari rudal pencegat Patriot yang dibutuhkan dari Amerika Serikat untuk menghadapi lonjakan serangan rudal balistik Rusia. Zelensky menuturkan bahwa serangan balistik Rusia meningkat drastis dalam beberapa pekan terakhir dan menghantam ibu kota Kyiv. Juli menjadi bulan paling mematikan bagi warga Ukraina sejak April 2022 menurut data PBB. Ia menghabiskan waktunya dengan jutaan panggilan telepon dan lobi-lobi rahasia dengan para sekutu untuk mendapatkan lebih banyak pasokan pertahanan udara.

Zelensky menjelaskan bahwa jika AS menjual 5% rudal Patriot, Ukraina mampu melewati musim dingin. Jika mendapat 10%, seluruh rudal balistik Rusia bisa dihancurkan. Saat ini stok yang dimiliki hanya 1%. Situasi diperparah oleh kekurangan rudal global akibat perang AS dengan Iran, di mana AS dan negara Teluk menggunakan banyak rudal untuk menghadapi serangan Iran. Beberapa kota Ukraina menjadi tak berdaya menghadapi roket Moskow di malam-malam tertentu.

Selain itu, terdapat keraguan tentang komitmen Presiden Donald Trump untuk mengizinkan Ukraina memproduksi rudal Patriot sendiri. Meskipun Trump sempat menyatakan kesediaannya memberikan lisensi produksi di sela KTT NATO, ia kemudian mengaku ragu. Para produsen Patriot telah mengirim perwakilan ke Kyiv untuk membahas kemungkinan tersebut, namun hasilnya belum jelas. Sistem Patriot buatan Raytheon dan Lockheed Martin mampu mendeteksi ancaman dalam jarak 150 km dan melacak hingga 500 target secara bersamaan.

Berita terkait