Dari Halaman ke Layar: Mencari Ruang Aman bagi Anak di Dunia Digital
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel membahas evolusi ruang sosial anak dari lingkungan fisik ke dunia digital. Di ruang fisik, anak belajar interaksi sosial dengan batas yang jelas seperti pulang dari lapangan. Di dunia digital, ruang sosial tidak memiliki batas fisik, memungkinkan interaksi dengan orang banyak, norma berbeda, dan informasi tidak sesuai usia. Perbedaan utama adalah media sosial memungkinkan pesan menjadi permanen dan dapat dibagikan, membuat percakapan sementara menjadi konsumsi publik. Fenomena ini menciptakan context collapse di mana berbagai kelompok sosial bertemu dalam satu ruang. Remaja perlu back stage ruang privat untuk menghadapi tekanan untuk selalu tampil menarik di depan umum. Pengawasan orang tua diperlukan namun harus seimbang dengan otonomi anak untuk belajar mengambil keputusan. Ruang privat digital seperti akun sekunder dapat menjadi bentuk pencarian otonomi.
Bagikan
Berita terkait
Sarwendah Geram Dituding Doktrin Anak Tak Boleh Ketemu Ruben Onsu
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 19.57
Nona Nego Ternyata Seorang Pengusaha, Bisnisnya Sudah Merambah Mancanegara
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 18.21
Eropa Bakal Larang Anak Pakai Sosmed dan AI, Ini Alasannya
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 15.45
Ramai Jasa Aborsi di Medsos, Ini Respons Menkes
kumparan · 16 September 2026 pukul 15.15