Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dari Pekerja Pabrik hingga Guru, Begini AI Mengubah Hidup Peserta AWS Summit

Kecerdasan buatan (AI) tidak hanya dipakai perusahaan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mengembangkan karier dan keterampilan. Hal ini terlihat dari kisah peserta pelatihan Amazon Web Services (AWS), mulai dari mantan pekerja pabrik hingga guru di daerah yang kini memanfaatkan AI dalam pekerjaan mereka. Menurut Yashinta Bahana, Head APJ Market Expansion & Strategic Partnerships AWS, sejak 2017 AWS telah membantu lebih dari 1,3 juta masyarakat Indonesia mengembangkan keterampilan cloud dan AI melalui pelatihan, kolaborasi, dan sertifikasi. AWS ingin memastikan masyarakat Indonesia bisa belajar AI tanpa terkendala latar belakang maupun lokasi, antara lain lewat program IndonesiapandAI, MAIN, AWS Terampil di Awan, AWS CendekiAwan, AWS & Dicoding Back-End Academy, AWS AI Academy, AWS re/Start, AWS Academy, AWS Educate, dan AWS Skill Builder.

Salah satu peserta, Fajrianwar Fachrul asal Semarang, sempat bekerja sebagai quality control di perusahaan beton pracetak. Saat pandemi COVID-19, kontraknya berakhir dan ia berhenti kuliah karena biaya. Ia lalu mengikuti beasiswa AWS & Dicoding Back-End Academy dan meraih sertifikasi AWS Certified Cloud Practitioner. Kini ia bekerja sebagai React Engineer selama empat tahun dan menangani arsitektur sistem berbasis AWS sambil melanjutkan kuliah. Peserta lain, Fajar Darozat, guru fisika di SMAN 1 Matauli Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mengikuti program IndonesiapandAI dan meraih sertifikasi AWS Certified AI Practitioner. Ia mendapat pengalaman membangun aplikasi berbasis AI dan ingin mengajarkannya kepada siswa dan rekan guru. AWS berharap semakin banyak masyarakat Indonesia memiliki keterampilan cloud dan AI untuk meningkatkan karier dan mendukung transformasi digital.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait