Data Center AI di Luar Angkasa Dikritik, Ilmuwan Khawatir Dampaknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gagasan membangun data center kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa mulai mendapat kritik dari lebih dari 100 ilmuwan, pakar antariksa, dan organisasi lingkungan. Mereka meminta regulator AS melakukan kajian dampak lingkungan sebelum proyek tersebut dilanjutkan. Ide ini muncul seiring meningkatnya kebutuhan energi untuk komputasi AI, yang diproyeksikan membutuhkan pasokan listrik sangat besar. Beberapa perusahaan antariksa, termasuk SpaceX, mengusulkan data center di orbit yang ditenagai panel surya untuk mengurangi beban pada jaringan listrik di Bumi. Namun, para ilmuwan khawatir rencana meluncurkan satelit hingga lebih dari satu juta unit dapat meningkatkan risiko tabrakan dan pencemaran sampah antariksa, yang berpotensi mengganggu satelit lain. Tantangan teknis lainnya meliputi pembuangan panas yang sulit di ruang hampa, radiasi kosmik, dan kesulitan perbaikan. Sementara pendukung berpendapat proyek ini dapat mengurangi tekanan lingkungan di Bumi, para kritikus menekankan pentingnya memahami seluruh dampaknya sebelum dilaksanakan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 14.45
Geger Data Center Raksasa Telan Anggaran Sampai Rp 18.000 Triliun
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 10.20
Satelit Lampung-1 Besok Meluncur ke Orbit Terbang dari China
Berita terkait
AI Haus Air, Data Center Bisa Habiskan 25,5 Juta Liter per Tahun
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 19.50
Ini Proyek Data Center AI BDx di Jatiluhur yang Disetop Anak Buah KDM
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 10.25
Data Center Beri Setiap Rumah Rp180 Juta, Ini Syaratnya
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 11.30
Data Center AI Haus Air, 1 MW Sedot Air Kebutuhan 1 Kota
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 08.21