Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Data Center AI di Luar Angkasa Dikritik, Ilmuwan Khawatir Dampaknya

Gagasan membangun data center kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa mulai mendapat kritik dari lebih dari 100 ilmuwan, pakar antariksa, dan organisasi lingkungan. Mereka meminta regulator AS melakukan kajian dampak lingkungan sebelum proyek tersebut dilanjutkan. Ide ini muncul seiring meningkatnya kebutuhan energi untuk komputasi AI, yang diproyeksikan membutuhkan pasokan listrik sangat besar. Beberapa perusahaan antariksa, termasuk SpaceX, mengusulkan data center di orbit yang ditenagai panel surya untuk mengurangi beban pada jaringan listrik di Bumi. Namun, para ilmuwan khawatir rencana meluncurkan satelit hingga lebih dari satu juta unit dapat meningkatkan risiko tabrakan dan pencemaran sampah antariksa, yang berpotensi mengganggu satelit lain. Tantangan teknis lainnya meliputi pembuangan panas yang sulit di ruang hampa, radiasi kosmik, dan kesulitan perbaikan. Sementara pendukung berpendapat proyek ini dapat mengurangi tekanan lingkungan di Bumi, para kritikus menekankan pentingnya memahami seluruh dampaknya sebelum dilaksanakan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait