Demi Keamanan Nasional, Trump Larang AS Impor Robot dari China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS melarang impor robot humanoid, robot anjing, dan power inverter buatan China efektif segera untuk melindungi keamanan nasional dan rantai pasok AI. Larangan menargetkan model baru yang belum dirilis, namun FCC berwenang mencabut izin penjualan model yang sudah beredar. Langkah ini mendorong pemindahan manufaktur industri strategis kembali ke dalam negeri dan mencegah ancaman siber, pencurian data, serta gangguan infrastruktur vital.
Kebijakan ini memukul Unitree, pemimpin pasar robot humanoid global dengan pangsa sekitar 20%, yang baru dimasukkan daftar perusahaan didukung militer China oleh Departemen Pertahanan AS. Unitree bermitra dengan Nvidia menggunakan chip AI Blackwell, namun Nvidia menegaskan data robot tetap di AS dan mayoritas pelanggan adalah lembaga akademik Amerika. Menteri Keuangan Scott Bessent memperingatkan sanksi bagi perusahaan AI China yang mencuri kekayaan intelektual AS.
AS khawatir robot China dapat dimanfaatkan untuk pengawasan warga, pengumpulan intelijen asing, atau pengendalian jarak jauh melumpuhkan fungsi vital. Larangan ini juga bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada bahan tambang tanah jarang yang didominasi China, menghindari skenario tekanan diplomatik serupa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 21.31
Produsen RAM Ini Jadi Perusahaan Paling Berharga di China
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 07.55
China Bikin AS Terguncang, Elit Dunia Sampai Mohon-Mohon ke Trump
CNBC Indonesia · 27 Juli 2026 pukul 13.40
Perusahaan Tak Terkenal Jadi Sorotan, Mendadak Jadi Raja Baru di China
Berita terkait
Apple Melatih Model AI-nya Sendiri Khusus Melawan Produk China
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 18.26
Taiwan Kena Serangan Siber Abnormal, China Diduga Dalangnya
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.30
Petani Minta Saran AI, Tanaman 25 Hektare Mati Padahal Baru Disemai
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.30
Rudal AI China Bisa Deteksi Jejak Panas Jet Tempur Siluman, F-22 dan F-35 AS Tak Lagi Aman
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 06.52