Digitalisasi Bansos Diuji, Hak Masyarakat Mesti Diberi Secara Tepat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah sedang menguji pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial (Perlinsos) melalui integrasi data antarinstansi. Menkomdigi Meutya Hafid meninjau uji coba digitalisasi Perlinsos di Desa Donoharjo, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, pada 13 Agustus 2026. Sistem ini menggunakan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) sebagai fondasi untuk menghubungkan berbagai sistem elektronik pemerintah agar dapat saling bertukar data secara aman. Tujuannya agar warga yang berhak tidak terlewat akibat data yang tersebar atau proses verifikasi yang panjang.
Melalui Portal Perlindungan Sosial, masyarakat yang memiliki akses internet dapat mendaftar secara mandiri. Namun, bagi warga yang belum terbiasa layanan digital, pemerintah menyediakan agen Perlinsos untuk membantu proses pendaftaran. Digitalisasi juga memungkinkan masyarakat mengajukan permohonan atau sanggah jika hasil penilaian dinilai belum tepat.
Hingga minggu pertama Agustus 2026, tercatat 61.112 keluarga telah terdaftar di Portal Perlindungan Sosial. Keberhasilan inisiatif ini menuntut kolaborasi lintas pemerintahan, mulai dari pusat hingga tingkat desa, termasuk agen Perlinsos dan partisipasi masyarakat. SPLP didukung oleh infrastruktur seperti Pusat Data Nasional (PDN) dan Jaringan Intra Pemerintah (JIP), yang diharapkan mengurangi sistem terpisah antar layanan pemerintah.
Bagikan
Berita terkait
Perlinsos Digital Surabaya Sukses Tekan Bansos Salah Sasaran
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 11.27
Pakar Unej harapkan RAPBN 2027 membawa ekonomi RI naik kelas
ANTARA News · 15 Agustus 2026 pukul 13.08
Tekan Kemiskinan, Anggaran Perlinsos 2027 Naik 10%, Jadi Rp 549,9 Triliun
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.26
Pemerintah Siapkan Rp 549,9 Triliun untuk Bansos 2027, Ini Daftar Program dan Calon Penerimanya!
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 21.01